Nelayan Tanjung Setia Keluhkan Kayu Gelondongan Berserakan di Pantai: Perahu Rusak hingga Takut Melaut

Pesisir Barat – (PeNa), Nelayan di Pantai Tanjung Setia, Kabupaten Pesisir Barat, resah dengan tumpukan kayu gelondongan yang terdampar di sepanjang bibir pantai. Kayu berukuran besar itu terhempas dari kapal tongkang yang mengalami kandas di perairan setempat.

Zainal, salah satu nelayan, menyebut keberadaan kayu tersebut membuat aktivitas melaut warga terganggu. Mereka khawatir perahu milik nelayan tersenggol kayu terutama pada malam hari.

Bacaan Lainnya

“Ini sudah hampir satu bulan. Kalau gelombang besar, mayoritas kayu ini hanyut dan bisa menabrak kapal. Jadi kalau malam perahu harus dijaga, tidak bisa ditinggal,” kata Zainal saat dimintai keterangan, Sabtu (6/12/2025).

Perahu Rusak hingga Tangkapan Ikan Menurun

Zainal menuturkan beberapa perahu nelayan sempat mengalami kerusakan setelah tertabrak kayu gelondongan yang terbawa ombak ke tepi pantai. Kondisi ini membuat sebagian nelayan memilih tak melaut karena risiko benturan kayu semakin besar saat cuaca buruk.

“Hasil tangkapan jelas menurun. Banyak nelayan takut keluar berlayar karena perahu bisa terbentur kayu kalau cuaca jelek. Ini satu-satunya mata pencarian kami,” keluhnya.

Nelayan Minta Kompensasi dari Pemilik Tongkang

Menurut Zainal, warga berharap perusahaan atau pihak pemilik tongkang bertanggung jawab atas dampak yang dirasakan nelayan. Meski memahami kejadian itu sebagai musibah, mereka menilai perlu ada kompensasi maupun langkah penanganan cepat agar kondisi serupa tidak terulang.

“Kami rasa semua nelayan sama. Kalau bisa ada kompensasi dari pihak kapal. Banyak perahu sekarang tidak bisa melaut,” ujarnya.

Harap Pemerintah Turun Tangan

Zainal menambahkan aparat sudah beberapa kali mendatangi lokasi pasca kejadian, mulai dari Babinsa hingga kepala pekon. Namun hingga kini belum ada tindakan lanjutan untuk mengatasi kayu-kayu tersebut.

Oleh karena itu, nelayan mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret agar ancaman kerusakan kapal dan menurunnya pendapatan nelayan tidak berkepanjangan.

“Dari informasi, katanya tongkang ini jebol di lambung bawah kapal sampai air masuk, sekarang lagi disedot dan mau dilas lagi,” kata Zainal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *