Operasi Hantai: Marinir Indonesia-Amerika Berhasil Pertahankan Pantai Ketapang

P E S A W A R A N (PeNa) – Pasukan Marinir Indonesia (IDMC) dan Amerika (USMC), yang tergabung dalam Komando Latihan Bersama Carat 2024, berhasil mempertahankan Pantai Ketapang di Pesawaran, Lampung, dari serangan musuh pada Sabtu (19/05/24).

Kedatangan musuh terpantau oleh drone (UAV) Pasukan Intai Amfibi (Taifib) Marinir, yang kemudian melaporkan informasi tersebut ke komando atas untuk menentukan langkah strategis dalam menghentikan dan menghancurkan satu batalyon musuh.

Bacaan Lainnya

“Penggunaan teknologi pengintai seperti drone sangat krusial dalam operasi ini, memungkinkan kami untuk bereaksi cepat terhadap pergerakan musuh,” ujar Letkol Marinir Fuzi Nugraha S.E., M.Tr.Opsla.

Infiltrasi oleh Pasukan Intai Amfibi dilanjutkan dengan aksi peledakan untuk menghambat laju musuh, didukung oleh tembakan udara dari KRI dan artileri Marinir.

Musuh yang menggunakan Landing Craft Utility (LCU) mendarat di pantai dan segera disambut oleh rintangan-rintangan perimeter.

Di bawah komando Letkol Marinir Fuzi Nugraha S.E., M.Tr.Opsla, satu batalyon Marinir gabungan diperkuat dengan artileri dan senjata berat, secara taktis dan teknis berhasil menggempur serta menggiring musuh ke medan pertempuran yang telah disiapkan.

“Keberhasilan menggiring musuh ke area yang telah kita siapkan menunjukkan efektivitas strategi dan koordinasi antar pasukan,” tambah Letkol Fuzi.

Setelah pertempuran, pasukan Marinir melakukan pembersihan dan konsolidasi wilayah.

“Pembersihan dan konsolidasi ini memastikan tidak ada ancaman sisa yang dapat membahayakan wilayah pertahanan kita,” jelas Letkol Marinir Fuzi Nugraha.

Operasi Hantai ini adalah bagian dari Latihan Bersama Carat 2024, sebuah latihan gabungan antara Marinir TNI AL, US Navy, dan USMC yang diadakan setiap tahun.

Manuver lapangan ini adalah aplikasi dari perencanaan latihan yang disusun bersama untuk meningkatkan profesionalisme prajurit kedua negara dan membangun hubungan kerjasama bilateral di bidang militer.

“Latihan bersama ini tidak hanya meningkatkan keterampilan dan profesionalisme prajurit, tetapi juga memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat,” tutup Letkol Marinir Fuzi Nugraha.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.