BANDAR LAMPUNG – (PeNa), Pasar Raya Lebak Budi, yang berlokasi di Jl. Imam Bonjol, Pasir Gintung, Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung, menunjukkan bagaimana sektor swasta mampu mengembangkan pasar tradisional menjadi pusat ekonomi lokal yang modern.
Pasar ini menarik minat pedagang dan konsumen dari berbagai kalangan, dengan menawarkan infrastruktur yang lebih baik dan fasilitas lengkap.
Inisiatif menggunakan metode pembayaran digital QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) menjadi bagian penting dalam upaya mendukung program pemerintah menuju ekonomi digital. Langkah ini juga meningkatkan efisiensi transaksi di pasar tersebut.
Pembayaran Digital QRIS: Kemudahan bagi Pedagang dan Pembeli
Beberapa pedagang di Pasar Raya Lebak Budi telah menerapkan QRIS, memungkinkan pembeli membayar secara non-tunai melalui aplikasi dompet digital atau mobile banking. Meski begitu, pasar ini tetap menyediakan opsi pembayaran tunai agar inklusivitas tetap terjaga.
“Metode QRIS ini disediakan oleh beberapa bank untuk mempermudah transaksi di pasar, bukan dari pengelola,” ujar Jaka, pengelola Pasar Raya Lebak Budi. Rabu (23/10/2024).
Lia, salah satu karyawan kios di pasar ini, juga merasakan manfaatnya. “Dengan QRIS, saya tidak perlu mencari kembalian. Uang langsung masuk ke rekening, dan lebih aman juga,” jelasnya.
Fasilitas Lengkap dan Modern
Pasar ini memiliki total 209 kios dan lapak, dengan 138 di antaranya telah terisi. Pasar ini menawarkan kenyamanan, kebersihan, serta fasilitas seperti area parkir luas, toilet, dan musala. Dengan fasilitas ini, Pasar Raya Lebak Budi diharapkan dapat bersaing dengan pasar tradisional lain di wilayah Pasar Gintung.
“Kami tidak membebankan biaya sewa kepada pedagang, hanya Rp10.000 per hari untuk kebersihan dan peningkatan kenyamanan,” tambah Jaka.
Pengelola pasar berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk merapikan pasar tradisional di pinggir jalan Pasar Gintung. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas Pasar Raya Lebak Budi, sehingga lebih layak dan mudah diakses oleh pembeli.






