Pembuktian Martial dan Schweinsteiger

Pembuktian Martial dan Schweinsteiger


 Anthony Martial menjawab tantangan manajernya di Manchester United, Jose Mourinho, lewat pembuktian lawan Wigan. Begitu pula dengan Bastian Schweinsteiger.

The Red Devils maju ke babak 16 besar Piala FA berkat kemenangan empat gol tanpa balas atas Wigan di Old Trafford, Minggu (29/1/2017).

Martial, yang sebelum laga ini dituntut Mourinho tampil lebih baik demi dapat tempat, awalnya kesulitan memberi penampilan terbaik dalam perannya sebagai ujung tombak.

Akan tetapi, setelah bergeser dari posisi sentral barulah pemain 21 tahun tersebut menggebrak. Martial membuat assist untuk gol kedua dan ketiga MU, masing-masing di menit ke-57 dan 74.

Dengan kontribusi tersebut, BBC mencatat bahwa Martial kini sudah terlibat dalam sembilan gol di dalam delapan pertandingannya di Piala FA — lewat tiga gol dan enam assist.

Pembuktian macam itu juga dibuat Schweinsteiger, yang di pertandingan ini membuat start pertamanya buat MU semenjak 9 Januari 2016 alias lebih dari satu tahun lalu.

Kedatangan Mourinho musim panas lalu sudah menepikan Schweinsteiger. Pemain asal Jerman berusia 32 tahun itu bahkan sempat harus berlatih dengan tim U-23 ‘Setan Merah’ dan dispekulasikan masa depannya.

Belakangan Schweinsteiger mulai dapat jalan ke tim utama, sampai jadi starter lawan Wigan dan tampil penuh. Itu merupakan penampilan ketiganya buat MU musim ini — tiga penampilan ini berdurasi total 106 menit menurut TransferMarkt.co.uk.

Di pertandingan lawan Wigan tersebut Schweinsteiger juga memberikan pembuktian tersendiri kepada Mourinho bahwa dirinya masih mampu tampil oke. Selain tampil prima di babak kedua, Schweinsteiger juga membuat assist untuk gol pertama MU di menit ke-44, sekaligus menutup kemenangan lewat golnya di menit ke-81.

Pembuktian Martial dan Schweinsteiger


Menurut BBC, Schweinsteiger membuat assist keduanya selama berseragam MU, setelah sebelum ini membuat assist lain pada Agustus 2015 (lawan Club Brugge).

Pembuktian lain dibuat oleh Marouane Fellaini, kendatipun situasi dan kondisinya berbeda dengan dua rekannya tersebut.

Sejauh ini Fellaini setidaknya lebih dipercaya oleh Mourinho, yang pada beberapa kesempatan membelanya dari kritikan. Mourinho juga tampak menjadikan Fellaini sebagai salah satu pemain andalan ketika ia harus menerapkan strategi bola-bola atas, sehingga pembuktian ini lebih ditujukan pada pihak yang meragukan kemampuannya.

Pembuktian Martial dan Schweinsteiger


Pemain internasional Belgia tersebut jadi starter sampai digantikan di menit ke-70. Fellaini menandai penampilannya dengan mencetak gol pertama MU — melanjutkan torehan bagusnya di ajang piala.

Dalam catatan BBC, Fellaini sudah mencetak enam gol dalam 33 partai ajang piala buat MU, dibandingkan tujuh gol dalam 78 partai liga. Empat golnya buat MU bahkan lahir di ajang piala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *