Pemkab Pringsewu Gelar Shalat Istisqa, Bupati Riyanto Pamungkas Ajak Warga Perbanyak Taubat dan Istighfar

Pringsewu, (PeNa) – Menggelar shalat Istisqa di Lapangan Pemkab Pringsewu, Jumat (11/9/2026). Dipimpin oleh KH. Sujadi Saddat sebagai imam dan Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas sebagai khatib, kegiatan ini dilaksanakan untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kekeringan yang melanda daerah.

Selain pelaksanaan shalat berjemaah, acara ini juga dirangkai dengan penyerahan santunan dari BAZNAS Kabupaten Pringsewu kepada sejumlah anak yatim dan kaum dhuafa.

Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas yang bertindak sebagai khatib menyampaikan dalam khotbahnya bahwa kehadiran masyarakat dalam shalat Istisqa merupakan wujud kesadaran akan kelemahan diri di hadapan Sang Pencipta. Mengangkat tangan ke langit, menurutnya, adalah bentuk kebutuhan manusia akan rahmat Allah SWT.

“Hari ini kita memandang langit yang sunyi, tanah yang kering, tanaman yang layu, sungai yang menyusut, dan sumur yang semakin dangkal. Kita menunggu tetesan air dari langit. Namun marilah kita bertanya kepada diri sendiri: jangan-jangan yang kering bukan hanya tanah kita, tetapi juga hati kita, yang tandus bukan hanya ladang kita, tetapi juga jiwa kita,” ujar Riyanto di hadapan para jamaah.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa saat kehidupan terasa sempit dan bumi kehilangan kesuburannya, pintu pertama yang harus diketuk adalah istighfar dan taubat. Seringkali manusia terlalu sibuk meminta hujan dan menunggu awan, namun lupa memperbaiki hubungan dengan Allah serta lalai memohon ampunan atas dosa-dosa yang diperbuat.

Melalui momentum tersebut, Bupati Pringsewu mengajak seluruh warga untuk pulang dengan tekad menjadi pribadi yang lebih pantas menerima rahmat-Nya. Ia berpesan agar masyarakat menghidupkan kembali masjid, memperbanyak sedekah, meninggalkan maksiat, menjaga lisan, menghormati orang tua, menyayangi anak yatim, serta memperbanyak istighfar.

“Karena boleh jadi satu tetes air mata taubat yang jatuh dari mata seorang hamba lebih berarti di sisi Allah daripada ribuan kata yang keluar dari lisannya. Ketika seorang hamba benar-benar kembali kepada Allah, langit yang selama ini diam akan diperintahkan untuk membuka pintu,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *