Pemkot Suntik BPR Syariah Rp7,5Milyar

BANDARLAMPUNG-(PeNa),  Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung memberikan suntikan modal Rp7,5milyar kepada Bank Pembiayaan Rakyat (BPR) Syariah Bandarlampung.
Penyertaan penambahan modal tersebut dikemukakan oleh Wali Kota Bandarlampung Herman HN saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Ruang Kerjanya, Selasa (23/04).
“Kita akan terus lakukan penyertaan modal dan tahun 2019, rencananya akan kita lakukan lagi dengan menmbah Rp.5 milyar dan gedung senilai Rp.2,5 miliar, sehingga total Rp.7,5 miliar,” kata dia.
Herman melihat prospek bagus investasi yang dilakukan oleh pemerintah kota Bandarlampung. Diketahui total aset Pemkot di BPR Syariah Bandarlampung ada Rp18 miliar.
“Dari  nilai itu Pemkot memiliki saham utama sebanyak 90%. Dan dengan penyertaan Rp7,5 miliar saham Pemkot akan bertambah menjadi 9,5%,” ujar Herman.
Diungkapkannya, laba bersih atau keuntungan Bank Syariah tahun 2018 sebesar Rp2 miliar, itu sudah mencapai target. Sehingga tahun 2019 ini, Herman menargetkan Rp 2,5 miliar.
“Ya keuntungan Bank Syariah Rp 2 miliar lebih. Tahun ini targetnya Rp.2,5 miliar, karena ini sifatnya Syariah sehingga kita nggak mikirin untungnya. Tapi menargetkan bagaimana membantu masyarakat dengan Bank Syariah,” tutur dia.
Dalam keaempatan yang sama, Direktur Utama BPR Syariah Bandarlampung, menuturkan bahwa pembiayaan atau kredit BPR Syariah tahun 2018 mencapai Rp70 miliar. Yang tersebar di empat kabupaten/kota, yaitu Bandarlampung, Lampung Selatan, Pesawaran dan Pringsewu.
“Jadi omset pembiayaan 2018 yang Rp.70 miliar naik 28% dari tahun 2017 yang hanya Rp57 miliar. Pembiayaan juga bertambah besar terhadap dari aset yang kita miliki, Aset yang tadinya hanya Rp.70 miliar ditahun 2017 menjadi Rp.87 miliar ditahun 2018,” paparnya.
Dengan memiliki kantor KAS BPR Syariah di Kalianda Lampung Selatan, ia berharap, 2019 ini BPR Syariah mencapai target pembiayaan sampai Rp 102 miliar.
“Laba bersih setelah pajak tahun 2018 sebesar Rp.2,08 miliar dan tumbuh 20%, sehingga tahun 2019 mencapai Rp.2,44 miliar setelah pajak,” pungkasnya.
Oleh: sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *