Polres Pesawaran Meneladani Nabi Muhammad Wujudkan Polri Berprestasi

PESAWARAN-(PeNa), Polres Pesawaran memperingati Maulid Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam (SAW) 1440 Hijriah / 2018 Masehi di Mapolres setempat, Kamis (22/11).
Kegiatan keagamaan tersebut dilangsungkan dengan tema ‘Dengan Meneladani Akhlaq Dan Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW Kita Wujudkan Polri Yang Berprestasi Dan Inovatif Dalam Mengamankan Pemilu 2019’.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Pesawaran, Para Pejabat Utama (PJU), Para Kasat, Kapolsek Jajaran, perwira dan seluruh Bintara Polres Pesawaran, turut hadir juga Ketua Bhayangkari Cabang Pesawaran Putri Popon beserta pengurus Bhayangkari Cabang Pesawaran.
Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro melalui Wakapolres Pesawaran Kompol Handak Prakarsa Qalby dalam sambutannya mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad bukan seremoni, namun harus dapat di amalkan dikeseharian.
“Dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam, mari kita tauladani dan kita amalkan setiap ajaran Nabi Muhammad ke setiap kaum Muslimin dan Muslimat para sahabat, saudara bahkan kluarga kita menuju kehidupan yang lebih baik, ” kata dia.
Kemudian, pada kegiatan tersebut sebagai penceramah adalah Ustadz Fadli. Dalam tausyiahnya, ia mengatakan bahwa orang-orang yang beriman adalah salah satu termasuk mahluk penghuni surga.
“Bagi pecinta Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam, mari kita sama-sama ikuti suri tauladannya. Lalu bagaimana kita mencintai Nabi kita yaitu dengan mengenalinya dan ikuti ajaranya, ” tutur dia.
Diantara teladan Nabi Muhammad adalah bagaimana cara berkomunikasi dengan baik kepada istri atau suami. Seperti apa yang disabdakan bahwa siapa saja yang mengikuti sunnahku maka dia akan ikut ke surga bersamaku.
“Senangi istrimu dengan menjaga perasaannya, karna perempuan itu adalah tulang rusukmu jika dipaksakan akan patah dan itu sama saja menyakiti perasaanya, bantu istrimu bila dia sedang kerepotan, karna bahagianya rumah tangga adanya kebersamaan dan kesabaran antar pasangan menjalani hidup rumah tangga, ” papar dia.
Ditegaskan, Nabi Muhammad sesungguhnya benci dengan sifat kemungkaran apalagi perbuatan maksiat. “Orang yang tidak beriman jangan kita jauhi namun sebaliknya kita dekati, ajarkan dan ajak untuk menuju kejalan yang benar yaitu kejalan Allah Subkhanahu Wataala. Kita ajak dia dengan lisan maupun tulisan. Semua amalan mulia kita di dunia sudah sempurna akan percuma nantinya di akherat jika anak istri, ortu kita tidak kita ajarkan dan dekatkan dengan agama terlebih lagi tidak memperdulikan mereka, ” tegas dia. PeNa-spt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *