Ponpes An Nahl Maknai Qurban Dengan Iman Islam

 

BANDARLAMPUNG-(PeNa), Perayaan Hari Idul Adha 1439 Hijriyah di Pondok Pesantren An Nahl di Jalan Kepodang Kelurahan Susunan Baru Kecamatan Tanjung Karang Barat Kota Bandarlampung selalu meriah.
Kemeriahan bukan dilihat dari gemerlapnya perlombaan atau aksi hiburan, melainkan pada sisi perbuatan dan tindakan para jamaah dan warga sekitar ponpes tersebut.
“Kita memang setiap tahun selalu menyembelih hewan qurban, baik sapi maupun kambing. Panitianya juga dari warga sekitar, mereka semua saling bergotong royong saling membantu prosesi penyembelihan sampai dengan pendistribusian ke penerima daging qurban, ” kata salah seorang penggiat ponpes An Nahl yang biasa dipanggil Kanjeng Sunan Gunter, Rabu (22/8).
Menurutnya, makna dari perayaan Idul Adha 1439 Hijriyah kali ini lebih pada meningkatkan iman islam. “Kalau soal pemotongan hewan qurban itu memang biasa dilaksanakan setiap tahun di Ponpes An Nahl. Tapi, kali ini lebih dijadikan momentum untuk meningkatkan ketauhidan sehingga dapat meningkatkan iman islam kita, ” ujar dia.
Diungkapkan, Kyai Haji Arifin Al Qodri atau biasa dipanggil Gus Pipin kerap memberikan wejangan dalam kesehariannya pada santri maupun jamaah Tareqat Qodariyah Wanaqsabandiyah yang berada di Ponpes An Nahl untuk selalu menjaga lisan dan senantiasa berbuat baik terhadap makhluk ciptaan Allah.
“Pak Kyai Arifin atau Gus Pipin selalu menekankan untuk menjaga lisan dan senantiasa meningkatkan perbuatan baik. Kisah Nabi Ibrahim dengan Nabi Ismail dijadikan pemicu bagi kita semua agar lebih mendahulukan perintah Allah dari pada kegiatan duniawi. Dengan mengejar akherat niscaya dunia akan mengikuti, tapi jika dibalik kita kejar dunia maka akhirat akan lari. Intinya, percepatan pada peningkatan iman islam harus segera dilakukan jangan sampai ditunda, ” ungkap Kanjeng Sunan.
Ditegaskan, bahwa Ponpes An Nahl memotong hewan qurban berupa sapi dan kambing. Kebersamaan para santri, jamaah dan warga sekitar nampak terlihat.
“Kita semua dari santri, jamaah dengan warga selalu bergotong royong dalam melaksanakan prosesi tersebut. Insha Allah pengaruh An Nahl mampu meningkatkan keimanan dan ketauhidan santri, jamaah dan warga sekitar dalam menjalani perintah serta larangan agama islam yang diyakininya, ” tegas dia. PeNa-spt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *