PWI Lampung Harapkan OJK Berikan Edukasi Pada Media Massa

BANDARLAMPUNG-(PeNa), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung berharap Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  Lampung memberikan edukasi terhadap wartawan tentang tugas dan fungsinya.
Hal tersebut dikemukakan saat OJK Lampung gelar Coffe Morning dengan awak Media dengan tema “kinerja industri jasa keuangan dan layanan konsumen” di Aula Kantor OJK Pahoman, Bandarlampung, selasa, (12/02).
Dalam acara ini dihadiri langsung kepala OJK Lampung Indra Krisna, Diputi OJK Jhon Risnad, perwakilan PWI Lampung Juniardi, humas OJK Dwi Krisno dan para awak media Lampung.
“Untuk memberikan informasi yang baik terhadap masyarakat mengenai fungsi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyampainya (media) harus dicerdaskan dahulu, agar informasi yang diberikan tidak salah pengertian,” kata Juniardi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala OJK Lampung Indra Krisna mengungkapkan bahwa dengan adanya sinergitas antara OJK dengan media massa bisa memberi pemahaman terhadap masyarakat, apa fungsi utama dari OJK serta memberikan Edukasi dan Literasi ke masyarakat mengenai OJK.

“Dengan adanya sinergitas antara OJK Lampung dengan awak media massa, maka akan memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat Indonesia khususnya Provinsi Lampung, tentang fungsi dan kinerja OJK,” ujar dia.

Ia juga memberikan materi tentang kinerja industri jasa keuangan dan pelayanan konsumen pada kegiatan tersebut.

Saat ditanya terkait “Moneylaundrey” Indra Krisna selaku kepala OJK Lampung, mengungkapkan bahwa ada 1 unit Bank PPATK.

“terkait Moneylaundrey, OJK memiliki 1 unit Bank PPATK, fungsi nya untuk menindaklanjuti indikasi dugaan Moneylaundrey,” ucap dia.

Ditegaskan oleh Deputi OJK Jhon Aprianus Risnad bahwa prioritas utama tahun 2019 adalah melakukan edukasi dan sosialisasi terhadap daerah terpencil.
“Sektor yang baru saat ini, memiliki SDM yang kurang dan mengakibatkan kurangnya pengetahuan fungsi OJK sepenuhnya, Pioritas utama OJK untuk tahun 2019, ialah melakukan edukasi dan sosialisasi Terhadap daerah-daerah yang masih terpencil, agar masyarakat mendapatkan edukasi dan literasi tentang OJK,” tegas dia. PeNa-spt.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *