BANDAR LAMPUNG – (PeNa), Pengurus Provinsi Akuatik Indonesia Lampung menggelar Rapat Kerja Provinsi 2026 di Emersia Hotel, Selasa (3/3) sore. Forum tahunan ini berubah jadi ruang adu gagasan dan pembenahan, bukan sekadar rutinitas organisasi.
Rakerprov kali ini diarahkan untuk membongkar persoalan mendasar pembinaan sekaligus menyusun strategi baru. Pengurus ingin memastikan program 2026 berjalan terukur, efektif, dan benar-benar berdampak pada prestasi atlet di level nasional.
Sekretaris Umum Akuatik Lampung, Vania C Wanta, menekankan pentingnya penataan ulang sistem kerja organisasi agar tidak ada lagi program yang berjalan tanpa arah yang jelas.
“Evaluasi aturan organisasi penting agar setiap program memiliki pijakan yang jelas. Tahun 2026 harus menjadi tahun penataan sistem,” ujar Vania.
Bedah Program, Kunci Target Nasional
Tak hanya mengulas regulasi, setiap bidang memaparkan kalender kegiatan sepanjang 2026. Mulai dari pelatihan pelatih tingkat daerah, Kejuaraan Daerah, hingga membidik partisipasi maksimal pada Kejuaraan Nasional.
Seluruh perwakilan pengurus kabupaten dan kota se-Lampung hadir dalam forum tersebut. Mereka menyampaikan berbagai kendala pembinaan, dari kualitas atlet, keterbatasan pelatih, hingga manajemen organisasi yang perlu diperkuat.
Ketua Umum Pengprov Akuatik Lampung, Ade Utami Ibnu, mengingatkan Rakerprov tidak boleh berhenti pada laporan tahunan. Ia meminta seluruh jajaran menyepakati arah dan indikator capaian yang konkret.
“Koordinasi dan sinergi bukan slogan. Seluruh pengurus kabupaten/kota harus bergerak dalam satu visi, dengan indikator capaian yang terukur dan berorientasi pada prestasi nasional. Penguatan sistem agar pembinaan lebih profesional dan akuntabel,” tegasnya.
Ade menilai peningkatan kualitas pelatih menjadi pekerjaan rumah utama. Tanpa pelatih yang kompeten, pembinaan atlet sulit berjalan konsisten dan berjenjang sesuai standar nasional.
“Target kami tegas, atlet renang Lampung harus mampu bersaing di level nasional. Itu hanya tercapai jika pembinaan dilakukan terstruktur, berjenjang, dan disiplin,” tambahnya.
Melalui Rakerprov 2026 ini, Akuatik Lampung mencoba memasang fondasi lebih kokoh. Dengan Porwil dan PON di depan mata, target tak lagi sekadar angka di atas kertas, melainkan tuntutan untuk dibuktikan di kolam kompetisi.






