Sadis Ibu Bunuh Dua Anak Kandungnya Dengan Pisau

PESAWARAN-(PeNa), Sangat sadis, seorang ibu tega membunuh dua anak kandungnya dengan sebilah pisau dapur yang ditusuk-tusukan ke tubuh hingga tewas sekitar pukul 09.45WIB di rumahnya di Dusun Masgar (Kelapa dua) Desa Kota Agung Kecamatan Tegineneng, Minggu (15/7).
Kedua anak tersebut berinisial RNM (8) dan MRM (3) dengan ibu kandungnya berinisial DS (48). Demikian diungkapkan oleh Kapolres Pesawaran AKBP Syaiful Wahyudi. “Ya benar, telah terjadi pembunuhan terhadap korban dua anak lelaki yakni RNM dan MRM yang diduga dilakukan oleh ibu kandungnya berinisial DS dirumahnya, ” ungkap dia.
Diterangkan, sekira pukul 09.30 wib pada saat ayah korban bernama Tunggung Manurung (40) sedang tertidur bersamanya di dalam kamar tidur. Kemudian, saat tidur diketahui korban RNM ngompol (kencing di celana) dan bangun memanggil ibunya.
Lalu, ibunya masuk dan langsung menggendongnya pindah ke kamar sebelah. Tidak berapa lama, ibunya masuk mengambil si bungsunya berinisial MRM yang sedang pulas tidur dan dibawa ke kamar sebelah.
“Kedua anak tersebut tidur bersama dengan ayahnya. Selang beberapa waktu dipindah ke kamar sebelah, ayah korban kaget mendengar suara tangis si anak bungsu. Kemudian ayah korban langsung bangun dari tidur dan menghampiri anaknya yang menangis di kamar sebelah,” terang dia.
Dilanjutkan, setelah masuk di dalam kamar sebelah lalu ayah korban mendapati kedua anaknya dalam keadaan tertelungkup dan bersimbah darah serta istrinya berusaha menusuk perutnya sendiri dengan menggunakan pisau dapur. Sementara, dua anaknya lagi yang sudah remaja masih beribadah di gereja.
“Melihat kondisi seperti itu, kemudian ayah korban berusaha membawa anak dan istrinya ke klinik dr. Fauziah di Dusun Kunyayan Desa Bumi Agung Kecamatan Tegineneng untuk dilakukan tindakan medis. Namun, kedua anaknya tidak tertolong dan meninggal dunia. Kemudian istrinya dilarikan oleh warga sekitar ke RS. Natar Medika Kecamatan Natar Lampung Selatan dan bisa terselamatkan, ” paparnya.
Dugaan sementara, DS sengaja membunuh kedua anak kandungnya dan berusaha untuk bunuh diri dikarenakan depresi menderita penyakit maag kronis serta kemiskinan yang menderanya sehingga tidak mampu membiayai operasi sakit maag yang dialami.
“Dugaan sementara, pelaku DS mengalami depresi dengan kondisi ekonomi yang kurang mampu dan baru saja keluar dari rawat dirumah sakit namun sakitnya tidak sembuh karena harus dioperasi. Keterangan dari anaknya, pelaku DS sering melamun,” ujar dia.
Ditegaskan, untuk mengungkap kasus tersebut petugas sudah melakukan Olah Kejadian Perkara (TKP) dan akan berkoordinasi dengan RS Jiwa guna dilakukan pemeriksaan kejiwaan pelaku.
“Sementara ini, pelaku dirawat di rumah sakit dan petugas telah lakukan olah TKP dan menyita sebilah pisau dapur sebagai barang bukti serta meminta keterangan dari saksi-saksi. Kalau keterangan tetangganya, rumah tangga pelaku tidak pernah cekcok dan terlihat harmonis. Pelaku memiliki empat orang anak, ” tegas dia. PeNa-spt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *