P E S A W A R A N – (PeNa), Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menyayangkan dugaan penganiayaan yang dilakukan salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran kepada Erwin tukang martabak yang sedang berjualan di Jalan Gajah Mada Kota Bandarlampung, Jum’at (03/02/2023) kemarin.
Melalui Kepala Inspektorat Pesawaran Singgih Febriyanto, ia mengatakan bahwa kalau memang benar, perilaku oknum ASN berinisial M.I tersebut sangat mencoreng Korps Pegawai Negeri Sipil di Bumi Andan Jejama.
“Informasi yang didapat demikian adanya, dan kami segera memanggil yang bersangkutan rencananya Senin (06/02/2023) besok. Kita panggil dan diminta keterangannya,” kata Singgih, Sabtu (04/02/2023).
Ia menerangkan, Pemerintah Kabupaten Pesawaran tidak akan mentoleransi kepada pegawai yang dianggap melakukan pelanggaran dan tidak mengikuti peraturan perundang-undangan yang menjadi pedoman bagi ASN.
“Pemkab Pesawaran akan segera memproses dan memberikan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dalam hal ini PP Nomor: 94 Tahun 2021 yaitu tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil, ” terang dia.
Menurutnya, Pegawai Negeri Sipil harus menjadi contoh ditengah masyarakat baik dilingkungan dinas maupun dimanapun berada.
“Ada indikasi pelanggaran terhadap kewajiban PNS, selain menjalankan tugas kedinasan seorang PNS harus menunjukkan integritas dan ketauladanan sikap dan perilaku baik di lingkungan kerja maupun lingkungan masyarakat, ” ujar dia.
Ditegaskan, kepada MI juga jika dimungkinkan akan dikenakan sanksi tegas sehingga memiliki dampak positif bagi PNS lainnya untuk dapat menjaga sikap ketikan berada ditengah masyarakat.
“Sambil menunggu proses dari aparat kepolisian, apabila yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, maka akan diberhentikan sementara dari PNS sampai ada kekuatan hukum tetap atau inchrah, ” tegas dia.
Untuk diketahui, sebelumnya oknum PNS dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran berinisial MI terekam CCTV tengah melakukan penganiayaan pada tukang martabak.
Akibat perbuatannya, MI kemudian dilaporkan oleh korban atas nama Erwin ke Polsek Tanjung Karang Timur Polresta Kota Bandarlampung Polda Lampung. Kapolsek Tanjung Karang Timur, Kompol Doni Aryanto membenarkan, bahwa pihaknya telah menerima laporan korban.
Menurut Doni, korban melaporkan terkait kasus penganiayaan yang dilakukan oleh oknum PNS yang berdinas di Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran berinisial MI.
“Iya korban sudah laporan, terlapor juga sudah ke Polsek tadi. Terlapor berdinas di Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran inisial MI,” kata Doni Aryanto singkat.
Doni menegaskan, bahwa pihaknya akan melakukan penegakan hukum sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ada.
“Diproses secara SOP dong. Kita tunggu hasil visum dari korban baru kita lakukan penyelidikan dan interogasi sesuai mekanisme penyelidikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Doni mengungkapkan, pihaknya belum mengetahui jabatan terlapor di Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran.
“Jabatannya terlapor masih saya tanya ke penyidik, belum diperiksa baru di BAP hari ini. Nanti kita tindak lanjuti,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, viral di media sosial oknum PNS melakukan penganiayaan terhadap pedagang di Jalan Gajah Mada, Kedamaian, kota Bandar Lampung.
Dalam rekaman CCTV tersebut, terlihat satu orang mengenakan seragam PNS marah-marah kepada salah satu pedagang sambil menenteng sebatang besi.
Penganiayaan tersebut diketahui terjadi pada Senin (30/1/2023) sore. Oknum PNS tersebut melakukan penganiayaan terhadap pedagang martabak bernama Erwin (30).
Oknum PNS berinsial MI tersebut terlihat menampar dan membenturkan kepalanya ke muka korban. Sayangnya, perilaku buruk MI tersebut tidak mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran Media Apriliana yang biasa dipanggil dr. Nana.
Meskipun telah dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp dan nomor telepon selularnya, dr Nana memilih tidak menggubrisnya. Tidak seperti Kepala OPD lainnya, ternyata dr Nana sudah terkenal jumawa dikalangan masyarakat Bumi Andan Jejama.
Informasi yang dihimpun, MI juga telah dikenal sebagai orang yang bertemperamen dilingkungan dinasnya. “Hampir semua pegawai sudah pernah ribut dengan dia, memang orangnya emosian, ” kata salah seorang rekannya.
Oleh: sapto firmansis






