Slank Guncang Lampung, Konser HS Jadi Panggung Musik Sekaligus Pulang Kampung Bos Rokok HS

Bandar Lampung – (PeNa), Dentuman musik rock Slank bakal mengguncang Stadion Pkor Way Halim, Bandar Lampung, Sabtu (17/1/2026) malam. Kehadiran band legendaris Tanah Air itu menjadi magnet utama konser Hey Slank X HS: Berani Kita Beda, yang tak sekadar perhelatan musik, tetapi juga sarat makna sosial dan ekonomi.

Seluruh personel Slank—Kaka, Bimbim, Abdee, Ridho, dan Ivanka—hadir langsung dalam rangkaian acara tersebut. Lampung menjadi kota kelima yang disambangi Slank bersama HS, setelah sebelumnya menyapa penggemar di Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Bali.

Bacaan Lainnya

CEO Surya Group sekaligus pemilik brand rokok HS, Muhammad Suryo, menyebut konser ini dirancang sebagai ruang temu antara musik, masyarakat, dan gerakan ekonomi lokal.

Menurutnya, musik memiliki kekuatan untuk menyatukan banyak elemen sekaligus.

“Musik bisa membawa dampak lebih luas. Karena itu, kami merasa wajib berada di barisan yang sama,” ujar Suryo saat jumpa pers di Azana Boutique Hotel Bandar Lampung.

Bagi Suryo, Lampung memiliki arti khusus. Selain menjadi salah satu basis penggemar Slank, provinsi ini juga merupakan tanah kelahirannya. Melalui konser ini, ia ingin “mengetuk pintu” masyarakat Lampung sebelum membangun pabrik rokok HS di Lampung Timur.

“HS mau mengetuk pintu dengan masyarakat Lampung. Kami ingin meminta izin dan restu atas pembukaan pabrik di Lampung Timur. Semoga dengan kehadiran HS dapat bermanfaat bagi daerah, membuka lapangan kerja, dan menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Konser Slank ini juga dibuka secara simbolis oleh Suryo, yang menegaskan bahwa musik menjadi jembatan komunikasi paling efektif untuk mendekatkan HS dengan publik. Tak hanya menyuguhkan hiburan gratis, konser ini turut melibatkan pelaku UMKM dari komunitas Slankerspreneur.

Di area konser, Slankerspreneur menampilkan beragam produk, mulai dari kaset dan rilisan fisik Slank, merchandise resmi, hingga kuliner dan produk gaya hidup buatan komunitas Slankers. Aktivitas ini diharapkan ikut menggerakkan roda ekonomi kreatif lokal.

Di balik panggung musik, HS tengah menyiapkan langkah besar di Lampung Timur. Pabrik rokok seluas dua hektare yang sedang dibangun di Desa Nibung, Kecamatan Gunung Pelindung, ditargetkan mulai beroperasi tahun depan.

“Targetnya tahun depan sudah beroperasi,” ujar Suryo.

Pabrik tersebut diproyeksikan menyerap hingga 3.000 tenaga kerja, dengan prioritas warga sekitar. Para pekerja nantinya akan mendapatkan pelatihan dari tenaga profesional, mulai dari pemilihan daun tembakau, proses pelintingan, hingga pemahaman standar mutu rokok.

“Kami juga memberi uang saku tiga ratus ribu rupiah selama proses training,” katanya.

Menurut Suryo, konser musik bersama Slank bukan hanya soal panggung dan lagu, tetapi juga tentang empati, keberpihakan, dan peluang.

“Itu karena ingat diri saya sendiri yang mulai dari nol tanpa koneksi dan pengalaman. Banyak orang menganggur karena itu, terbentur syarat pengalaman kerja ketika mendaftar, maka saya ingin memberi kesempatan pada yang mau belajar,” ujarnya.

Melalui irama musik Slank, HS berharap dapat memperkenalkan diri sekaligus menegaskan komitmen: hadir, diterima, dan tumbuh bersama masyarakat Lampung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *