Soal Anjloknya PAD, Dispar Pesawaran Lakukan Evaluasi

P E S A W A R A N -(PeNa),Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Pesawaran melakukan evaluasi menyeluruh pasca anjloknya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari target yang sebelumnya dijanjikan.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran Jayadi Yasa mengatakan, pihaknya masih mengkaji berbagai aspek, mulai dari Standar Operasional Prosedur (SOP) hingga realisasi target yang tidak tercapai.

 

“Pertama kita evaluasi semuanya, seluruh SOP-nya, kemudian target-targetnya, dan bagaimana cara merealisasikannya juga kita evaluasi,” kata Jayadi, Kamis (10/07/2025).

 

Diketahui, PAD dari sektor pariwisata mengalami penurunan signifikan dari sembilan persen menjadi hanya tiga persen.

 

Jayadi mengaku masih mendalami penyebabnya, termasuk kemungkinan penurunan jumlah kunjungan wisatawan atau kebocoran PAD.

 

“Ini masih saya pelajari. Intinya, dengan sisa waktu yang ada, kami akan lakukan percepatan di sektor pariwisata,” ujar dia.

 

Jayadi menyebut evaluasi terhadap jumlah pengunjung dan besaran PAD yang diperoleh akan segera dilakukan.

 

Ia menegaskan bahwa identifikasi kendala dan perbaikan sistem akan menjadi fokus utama ke depan.

 

Sementara itu, terkait penggunaan aplikasi Sabda sebagai alat pencatat kunjungan wisatawan dan penarik PAD, Jayadi menyatakan program tersebut masih dalam tahap evaluasi.

 

Ia mengakui adanya ketidaksesuaian antara data di lapangan dengan laporan dari aplikasi.

 

“Ada ketimpangan, ketidaksesuaian. sistem aplikasi pendataan destinasi (SAPDA) ini basisnya untuk penarikan PAD, tapi saya melihat tidak sesuai dengan kondisi real di lapangan. Pasti ada kendala, ini sedang kita urai bersama,” jelasnya.

 

Evaluasi menyeluruh ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mengoptimalkan kembali kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD Kabupaten Pesawaran.

 

Menanggapinya, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran Ismail mengatakan bahwa evaluasi menyeluruh yang sekarang dilakukan belum tentu membantu capaian target yang ditentukan manakala tidak disertai tindakan.

 

“Sebagai lembaga pers, tentu sangat mengapresiasi upaya evaluasi menyeluruh tersebut guna meningkatkan PAD. Namun persoalannya, tanpa ada tindakan pembenahan kebocoran dan peningkatan infrastruktur pada destinasi wisata juga akan sia-sia,” kata dia.

 

Katanya, sektor pariwisata di Bumi Andan Jejama memiliki potensi tinggi bagi pemerintah daerah dalam menghimpun PADnya. Jumlah wisatawan yang terus bertambah pada setiap tahunnya seharusnya bisa menjadi salah satu mesin penggerak ekonomi ditengah masyarakat.

 

“Perlu ada keterbukaan dari para pelaku wisata dan pengawasan yang ketat soal retribusi pada petugas yang melakukannya. Sehingga PAD sektor pariwisata lebih maksimal,” tegas dia.

 

oleh: Sapto firmansis

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *