STEBI Liwa dan STIT Al-Multazam Gelar Wisuda Bersama, Siap Cetak SDM Unggul di Pesisir Barat

Pesisir Barat – (PeNa), Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBI) Liwa dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Multazam Pesisir Barat menggelar prosesi wisuda bersama Tahun Akademik 2024/2025. Kegiatan berlangsung di Hotel Sartika dan Resort, Jalan Pantai Wisata Seray, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, Senin (5/5/2025).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua TP-PKK Pesisir Barat Dian Hardiyanti Dedi, S.ST, M.M, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Drs. Jon Edwar, M.Pd, Kapolsek Pesisir Tengah AKP Hadli Nasution, S.H., M.M, Pendiri Perguruan Tinggi Yayasan Dr. H. Fauzi, M.Kom., M.E., M.Pd., Ak.CE, Ketua Yayasan Pendidikan Ilmu Gerbang Rita Irviani, S.E., M.M, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Edwin Kastolani Burtha, S.E., M.M, serta sejumlah tokoh daerah lainnya.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Dr. H. Fauzi menyampaikan harapannya kepada para wisudawan agar dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah demi kemajuan daerah.

“Hari ini kita menyaksikan prosesi wisuda bersama STEBI Liwa dan STIT Al-Multazam. Saya berharap para wisudawan dan wisudawati dapat menerapkan ilmunya dalam mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya semangat belajar sepanjang hayat.

“Alumni harus terus meningkatkan kapasitas diri, mengabdi untuk daerah, dan mengembangkan kompetensi. Menuntut ilmu tidak ada batasnya, maka teruslah belajar,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua STEBI Liwa, Marlianti, S.H., M.H., mengungkapkan rasa syukur atas kelulusan para mahasiswa dan peran penting perguruan tinggi ini di wilayah Pesisir Barat dan Lampung Barat.

“Alhamdulillah, hari ini ada 75 mahasiswa yang diwisuda. Ini membuktikan bahwa masyarakat kini memiliki pilihan perguruan tinggi berkualitas di daerah, yang mampu bersaing dengan universitas lain,” ucap Marlianti.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan STEBI Liwa dan STIT Al-Multazam diharapkan mampu memberi dampak positif terhadap pembangunan daerah.

“Tanpa budaya dan keilmuan, pembangunan suatu daerah akan menghadapi banyak hambatan. Karena itu, kehadiran kami sangat membantu pemerintah daerah dalam menciptakan tradisi keilmuan dan pendidikan,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *