Surat di Samping Jasad Bocah di Katibung: Kisah Pilu tentang Sakit, Kemiskinan, dan Harapan yang Terputus

LAMPUNG SELATAN – (PeNa), Warga Desa Rangai Tritunggal, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat anak perempuan di pinggir jalan desa, Jumat (22/5/2026) dini hari.

Awalnya, warga yang hendak menunaikan salat subuh mengira benda terbungkus kain putih itu hanyalah tumpukan sampah. Namun, setelah didekati, tampak bagian kaki manusia. Temuan itu kemudian dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Katibung, IPTU Dita Hidayatullah, mengatakan korban diperkirakan berusia sekitar 11 hingga 13 tahun. Hingga kini, identitas korban belum diketahui karena tidak ditemukan data sidik jari yang dapat membantu proses identifikasi.

“Korban masih anak-anak, sehingga belum memiliki rekam sidik jari yang bisa dilacak,” kata Dita saat dikonfirmasi, Jumat.

Saat ditemukan, kondisi jenazah dinilai sangat memprihatinkan. Tubuh korban tampak kurus kering dengan luka cukup parah di bagian pinggang belakang. Polisi menduga luka tersebut muncul akibat korban terlalu lama terbaring karena penyakit yang dideritanya.

Di sekitar jenazah, polisi menemukan sejumlah obat-obatan, perlengkapan infus, minyak urut, serta secarik surat yang diduga ditulis oleh orangtua korban.

Isi surat itu menyita perhatian warga.

“Assalamualaikum, bagi yang menemui jasad anak saya meninggal dikarenakan penyakit diabet. Kami sebagai orangtua tidak bisa memakamkannya secara layak karena baru tiga hari di Kota Lampung dan kami terlontang-lantung tidak ada tempat tinggal karena ditipu orang,” demikian isi surat tersebut.

Gotong Royong Warga

Surat itu memantik empati warga sekitar. Bersama perangkat desa dan aparat setempat, masyarakat bergotong royong mengurus pemakaman korban.

Polisi pun bergerak cepat mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk proses visum. Menurut Dita, kondisi korban menunjukkan tanda-tanda telah lama mengalami sakit berat.

Tubuh korban sangat kurus, bagian perut tampak cekung, sementara tangan dan wajah korban terlihat mengecil akibat kondisi fisik yang terus menurun.

“Korban diduga sudah lama hanya bisa berbaring. Karena itu, bagian pinggang mengalami luka cukup parah,” ujarnya.

Ia mengatakan, pakaian yang dikenakan korban juga dalam kondisi tidak layak. Jenazah ditemukan terbungkus kain menyerupai sprei atau selimut tipis berwarna putih.

Setelah proses visum selesai dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung, jenazah bocah tersebut akhirnya dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat, lokasi di mana jasadnya pertama kali ditemukan warga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *