PESAWARAN – (PeNa), Kerumunan warga mendadak memanas di Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Jumat (22/5/2026). Sejumlah personel Satresnarkoba Polres Pesawaran yang tengah melakukan penangkapan terduga pengedar narkoba justru dikepung warga setelah diteriaki sebagai maling.
Peristiwa itu viral di media sosial melalui rekaman video yang memperlihatkan suasana tegang di lokasi. Dalam tayangan tersebut, beberapa pria diduga anggota polisi tampak dikerumuni massa. Situasi sempat ricuh hingga terjadi aksi saling kejar.
Salah seorang pria yang diduga personel kepolisian bahkan terlihat menunjukkan senjata api dan borgol kabel ties kepada warga untuk meyakinkan identitas mereka.
Kapolres Pesawaran, Alvie Granito Pandhita, membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan, kericuhan bermula saat anggota Satresnarkoba Polres Pesawaran melakukan upaya penangkapan terhadap seorang terduga pengedar narkoba di wilayah Way Lima.
Namun, saat hendak diamankan, terduga pelaku disebut melarikan diri menggunakan mobil sambil berteriak bahwa anggota polisi merupakan maling.
“Pelaku ini melarikan diri sambil meneriaki anggota polisi maling. Warga yang mendengar langsung berkumpul dan mengira anggota kami matel atau mata elang,” kata Alvie, Sabtu (23/5/2026).
Warga Baru Percaya Setelah Kanit Datang
Menurut Alvie, personel di lapangan sebenarnya telah berupaya menjelaskan identitas mereka kepada warga. Akan tetapi, masyarakat belum sepenuhnya percaya sebelum Kanit Satresnarkoba datang langsung ke lokasi.
“Anggota sudah menyampaikan kalau mereka polisi, tapi warga belum percaya. Setelah Kanit datang baru situasi bisa dijelaskan,” ujarnya.
Dalam kericuhan itu, kendaraan milik anggota kepolisian disebut mengalami kerusakan akibat amukan massa. Selain itu, sebuah airsoft gun milik personel juga sempat diamankan warga sebelum akhirnya dikembalikan.
“Memang ada pengrusakan kendaraan dan airsoft gun sempat diambil warga. Tapi sekarang sudah dikembalikan dan kendaraan juga sudah diperbaiki warga,” jelasnya.
Peristiwa tersebut kini masih dalam pendalaman Propam Polres Pesawaran. Pemeriksaan dilakukan terhadap personel yang bertugas maupun sejumlah warga yang berada di lokasi kejadian.
Insiden itu sekaligus menjadi pengingat pentingnya komunikasi dan identifikasi yang jelas dalam setiap tindakan penegakan hukum di tengah masyarakat. Di sisi lain, masyarakat juga diimbau tidak mudah terprovokasi sebelum memastikan informasi yang sebenarnya terjadi di lapangan.






