PESAWARAN-(PeNa), Masa krisis akibat pandemi corona, Kepala Desa Cipadang Kecamatan Gedong Tataan Sugianto terus dorong pembangunan desanya dengan bergotong royong.
Menurutnya, masa pandemi corona memang sangat berdampak pada pembangunan desa. Untuk itu, melibatkan masyarakat dengan menyatukan rasa kebersamaan menjadi alternatif dalam mengakselerasi kemajuan desanya.
“Sekarang tidak ada lagi anggaran untuk pembangunan desa, hampir semua Dana Desa terserap untuk memenuhi kebutuhan percepatan penanganan virus covid-19 dan mudah-mudahan tahun depan sudah normal,” kata dia, ditengah kegiatan gotong royong bersama masyarakat Dusun Mujidadi Barat Desa Cipadang, Ahad (30/08/2020).
Menurutnya, gotong royong tersebut diantaranya dilakukan pada pembersihan lahan persiapan untuk Tempat Pemakaman Umum di dusun tersebut.
“Tanah ini hibah dari warga, namun masih banyak tanaman dan pohonnya. Karena lokasi pemakaman yang ada sudah penuh, maka tanah tersebut harus dibersihkan agar nantinya ketika digunakan tidak lagi merepotkan, ” ujar dia.
Ia menuturkan, gotong royong menjadi alternatif seluruh masyarakat Desa Cipadang untuk terus membangun desanya agar lebih maju dan tertata dengan baik.
“Hampir semua dusun kita dorong untuk bergotong royong dalam mengerjakan pembangunan yang dimanfaatkan untuk bersama sama, seperti jalan dan lainnya. Juga yang sekarang ini, kita lakukan gotong royong untuk makam di Dusun Mujidadi Barat, ” tutur dia.
Terpantau, warga Dusun Mujidadi Barat sangat antusias melakukan gotong royong guna keperluan perluasan fasilitas umum berupa Tempat Pemakaman Umum. Kekompakkan warga tersebut langsung dipimpin Kepala Desa Cipadang Sugianto.
“Alkhamdulillah, Pak Kades sendiri yang pimpin gotong royong perluasan makam. Untuk pembuatan gardu tempat peralatan jenazah dan pemakaman memang masih kurang setelah warga patungan, mudah-mudahan Pak Kades bisa memberikan solusi, ” kata Maryani, mewakili warga setempat.
Untuk diketahui, hampir seluruh masyarakat Desa Cipadang telah kembali menghidupkan nilai luhur nenek moyangnya yakni selalu bergotong royong dan kompak setelah dipimpin kepala desa yang baru.
Oleh: sapto firmansis






