Terbukti Terlibat Narkoba,Dua Prajurit TNI Di Pecat

BANDARLAMPUNG-(PeNa), Tegas dan terbukti, dua prajurit TNI AD yang melakukan pelanggaran tindak pidana Disersi dan Narkotika di berhentikan dengan tidak hormat (PTDH).
Pemecatan dua prajurit, diungkapkan oleh Komandan Korem 043 Garuda Hitam Lampung, Kolonel (inf). Hadi Wibowo, di Markas Korem 043 Gatam Lampung, pada Rabu (20/9) pagi.“Dua prajurit yang dipecat yakni, Serka Awang Tri Susanto anggota Babinsa Koramil 426-01 Mesuji, Kodim 0426/Tulangbawang dan Serka Mudho Sulistiawan anggota Babinsa Koramil 422-01/Pesisir Utara, Kodim 0422/Lampung Barat,” kata Danrem, Kolonel (inf). Hadi Wibowo.
Menurut Danrem, hasil keputusan pengadilan militer terhadap dua prajurit tersebut telah memenuhi syarat dan patut untuk dipecat atau diberhentikan dengan tidak hormat karena yang bersangkutan masing-masing melakukan pelanggaran tindak pidana disersi dan penyalahgunaan narkotika.
“Dari peristiwa ini, saya ingin menegaskan kepada seluruh prajurit dan PNS  Korem 043 Gatam Lampung, agar mengambil hikmah dari pemecatan kedinasan dengan tidak hormat,” ujarnya.
Bagi prajurit dan PNS yang masih sering melakukan pelanggaran segeralah menghentikannya sehingga pemecatan yang dilakukan oleh pimpinan pada hari ini tidak lagi menimpa kepada prajurit dan PNS lainnya, karena jika telah diadili dan dipecat maka penyesalan itu tak berguna lagi.
Tidak ada kata kompromi bagi yang melakukan pelanggaran berat seperti, disersi dan penyalahgunaan narkotika atau pelanggaran berat lainnya.
“Pemecatan merupakan langkah terakhir terhadap prajurit yang tidak lagi dapat dibina dan sekaligus merupakan contoh bagi prajurit lainnya jangan karena nila setitik rusak susu sebelanga,” ucapnya.
Lebih lanjut Danrem menekankan, renungkan kembali tentang niat menjadi Prajurit/PNS untuk apa, kalau bukan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara lebih baik berhenti dengan hormat. Sadarilah bahwa menjadi Prajurit dan PNS disumpah dan sumpah itu akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jaga harga diri dan menjunjung tinggi budaya malu untuk melanggar hukum. Bepikirlah dengan cerdas sebelum mengambil keputusan untuk melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya. Ingat, masih banyak rakyat yang hidupnya lebih sulit, oleh karena itu bersyukur kepada tuhan yang maha esa.
“Semoga tuhan yang maha esa senantiasa memberikan petunjuk, bimbingan dan lindungannya kepada kita semua dalam melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara yang kita cintai ini,” tegas dia. PeNa-Obi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *