Terduga Penganiaya Ketua MUI Pesawaran Oknum Bacaleg PKB ?

PESAWARAN-(PeNa), Kasus penganiayaan dengan korban Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pesawaran Endang Zainal Khaidir masih belum terungkap, kepolisian masih terus memeriksa sedikitnya enam orang saksi.
Kepada sejumlah wartawan, korban mengaku dianiaya oleh oknum bakal calon legislatif (bacaleg) Kabupaten Pesawaran dari Partai PKB dengan nomor urut 10 dari daerah pemilihan (dapil) 3 berinisial DA alias HN dan pengurus salah satu perguruan silat di Provinsi Lampung berinisial P. Atas kejadian tersebut, korban sudah melapor dan menyerahkan ke Polres Pesawaran untuk dilakukan proses hukum.
Hal tersebut diyakinkan saat korban diperlihatkan gambar salah seorang bacaleg yang di akun facebook dan membenarkan sebagai pelaku pengroyokan. “Ya dia orangnya, ”  kata Ustad Endang Zainal Khaidir di RSUD Pesawaran.
Pernyataan korban juga diperkuat dengan pengakuan salah satu bacaleg Partai PKB yang mengaku  mengenal HN dan meminta namanya tidak ditulis. “Ya, sepengetahuan saya Hasan Nahrowi itu nama dari gurunya kalau di ijazah dan ktp nya Deni Asroni, dan kami sama-sama nyaleg dari Partai PKB, ” ungkap dia.
Menanggapi kasus tersebut, Kapolres Pesawaran AKBP Syaiful Wahyudi mengaku masih terus berusaha mengungkap. “Ya, kita masih terus memeriksa beberapa saksi. Setelah itu, baru nanti kita akan panggil pihak terlapor. Kalau saksi, sedikitnya sudah enam orang diambil keterangannya, ” kata Syaiful, Rabu (12/9).
Terkait adanya pengakuan korban yang menyebutkan bahwa pelaku yang menganiaya merupakan bacaleg dari Partai PKB, Kapolres Pesawaran belum dapat memastikan. “Ya sabar, pokoknya nanti kita ungkap dan sementara ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Insha Allah dalam waktu dekat akan segera terungkap, ” ujar dia.
Mengetahui kejadian yang diduga melibatkan anggotanya, Ketua DPC Partai PKB Kabupaten Pesawaran Mathruhopi bungkam. Dikonfirmasi melalui pesan Wach App oleh PeNa, tidak menjawab dan hanya membacanya.
Sebelumnya, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menyayangkan adanya aksi pengeroyokan terhadap Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pesawaran Ustadz Endang Zainal Khaidir.
“Tentunya saya sangat menyayangkan adanya peristiwa pengeroyokan ini apalagi korbannya adalah merupakan salah satu simbol ulama yang ada di Kabupaten Pesawaran,” ungkapnya, usai menjenguk Ustadz Endang Zainal Khaidir di RSUD Kabupaten Pesawaran.
Menurutnya, Ustadz Endang (sapaan akrabnya) saat ini tengah dilakukan perawatan intensif di RSUD Pesawaran. “Tadi masih butuh perawatan intensif, karena memang ada luka memar disekitar kepala mungkin, saya juga minta kepada pihak Rumah Sakit untuk bisa memeriksa Ustadz Endang, seperti Rontgen agar bisa tahu seberapa jauh luka yang dialaminya,” ujar dia.
Ia pun meminta kepada semua pihak untuk bisa menahan diri terkait peristiwa tersebut. “Kepada keluarga saya minta untuk sabar dan kepada pihak-pihak terkait saya minta untuk bisa menahan diri dan menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian, ” tegas dia. PeNa-spt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *