Tingkatkan Pengetahuan, Bupati Pesawaran Ajak Kades Study Komparasi

MALANG-(PeNa), Untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap Kepala Desa terkait dengan pengelolaan keuangan desa yang transparan, akuntabel dan demokratis Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengajak beberapa kepala desa dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) study komparasi di Kabupaten Malang, Senin (12/11).
Menurutnya, kegiatan tersebut juga untuk menambah Informasi Pengetahuan dan Wawasan, Pertukaran Infromasi Pemerintah Daerah dan media silahturahmi pimpinan perangkat daerah. “Pada kesempatan ini kami beserta rombongan diantaranya Assisten 3 Bidang Administrasi umum, para Kepala OPD dan 72 Kepala Desa dari lima Kecamatan yang ada di Kabupaten Pesawaran ingin melakukan Program Study Komparasi Kades, ” kata dia.
Diungkapkan, beberapa hal yang melatarbelakangi study komparasi tersebut selain adanya kesesuaian karakteristik wilayah dengan Kabupaten Pesawaran yang memiliki daerah pegunungan dan pantai yang dikelola untuk pariwisata, salah satu desa di Kabupaten Malang ini yaitu Desa Pujon Kidul merupakan 5 besar terbaik desa Wisata Agro dari Kementerian desa dan PDTT dan diikutsertakan di tingkat ASEAN dalam hal pengelolaan Homestay.
“Pada kesempatan ini perlu saya sampaikan pula bahwa, Kabupaten Pesawaran saat ini sedang bergiat melakukan pembangunan untuk meningkatkan daya saing daerah. Pembangunan yang dilakukan harus berbasis inovasi agar Kabupaten Pesawaran dapat bersaing dengan daerah lainnya, ” ungkap dia.
Penyelenggaraan inovasi daerah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah. “Inovasi daerah yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran, antara lain: pembangunan Kawasan Industri di Tegineneng, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Teluk Pandan, program Gerakan Desa Ikut Sejahtera (Gadis), Fasilitasi Informasi Teknologi (IT) Sistem Administrasi Pelayanan Pemerintahan Daerah (e-governance), Fasilitasi Informasi Teknologi (IT) Sistem Administrasi Pemerintahan Desa, Pertanian Terintegrasi, Hortipark dan Pabrik Mini Coklat, Desa Tapis Negeri Katon, rencana pengembangan geothermal di Way Ratai, Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) dan lumbung santri, ” tutur dia.
Pemerintah Kabupaten Pesawaran harus melakukan inovasi dalam rangka perbaikan pengelolaan pemerintahan, perbaikan pelayanan publik dan inovasi bentuk lainnya sesuai dengan kewenangan daerah seperti pemberdayaan masyarakat.
“Melalui  Study Komparasi ini kami berharap dapat mendapatkan pembelajaran tentang praktis perencanaan pembangunan desa yang mandiri berbasis pada kekuatan lokal yang dapat menggerakkan kesadaran kolektif warga dalam melaksanakan pembangunan. Selain itu juga kami berharap akan mendapatkan semangat dan inspirasi baru bagi Kepala desa guna meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi sektor-sektor potensial yang bisa dijadikan sumber pendapatan asli desa yang ada di Kabupaten Pesawaran, ” tegas dia. PeNa-spt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *