Umat Kristiani  Nilai Arinal  Rusak Moral

Bandarlampung –Dugaan politik uang pasangan calon (Paslon) Arinal-Nunik  di Pilgub Lampung terus menuai kritik,  selain munculnya pendapat negatif  dari sejumlah tokoh mengenai praktik kejahatan Pilkada desakan untuk mengusut permasalahan tersebut terus mengalir.

Ekses negatif dari tindakan menggunakan segala cara untuk meraih kekuasaan dinilai Ketua Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Lampung, Kristia Prihanto justru akan menjadi bumerang bagi masyarakat terutama merusak moral  serta menyesatkan masyarakat dalam pemahaman berdemokrasi yang jujur dan bermartabat.

“Saya kurang setuju dengan politik uang yang kotor. Tetapi justru kotornya politik itu dibuat oleh orang yang ingin berkuasa dan haus kekuasaan dengan menganggap dan menempatkan masyarakat itu mudah dibodohi dengan uang. Bayangkan saja jika satu orang diberi uang sebesar Rp 500 ribu untuk kepemimpinan lima tahun kedepan. Berarti perhari, berapa rupiah yang diterima oleh masyarakat setelah menjual suaranya untuk memilih calon pemimpin,”Kata Kristia, Kamis (5/7).

Dampak yang bakal diterima masyarakat dengan menjual suaranya untuk calon pemimpin terpilih, maka kekuasaan untuk lima tahun kedepan ini sudah menjadi milik penguasa tersebut.

Ia mencontohkan, ketika seseorang membeli barang, berarti barang tersebut sudah didapatkan. Jadi ketika seseorang membeli kekuasaan, berarti orang itu sudah mendapat kuasa.

“Ketika kontrak jual beli itu sudah selesai saat membeli suara dari  masyarakat dengan membayar didepan. Kedepan pemimpin itu sudah tidak ada urusan lagi dengan masyarakat untuk kedepannya. Jadi lima tahun kedepan sudah menjadi milik penguasa dan bukan milik rakyat lagi,”ucapnya.

Ia berharap, lembaga penyelanggara pemilu dapat bekerja berdasarkan Undang-Undang (UU) tentang pelaksanaan pemilu untuk mengarahkan masyarakat ke arah politik yang lebih bermoral demi kesejahteraan masyarakat setempat

“Ketika UU itu dibuat, maka harus ditaati.  Kalau perlu tindakan hukum dengan adanya bukti-bukti, ya lakukan,”ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *