PESAWARAN-(PeNa), Dinas Kesehatan melalui Tim Puskesmas Bernung dan RSUD Pesawaran melakukan vaksinasi covid-19 pada anggota Polri di Aula Pamor Persada Mapolres Pesawaran, Senin (08/03/2021).
Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan guna memberikan pencegahan virus covid-19 pada jajaran Polres Pesawaran yang bertugas.
“Polri sebagai garda terdepan, karena langsung berinteraksi dengan masyarakat dilapangan. Karenanya diperlukan vaksinasi covid-19, untuk meminimalisir penyebaran wabah tersebut,” kata dia.
Menurutnya, pandemi covid-19 masih berlangsung dan dapat mengena kepada siapapun tanpa memandang strata sosial maupun lainnya.
“Vaksin ini aman dan sudah secara resmi digunakan, jangan takut di vaksin. Meski tidak seratus persen menangkal,setidaknya ada pertahanan ditubuh kita sehingga tidak mudah terpapar,” ujar dia.
Diketahui, Pemerintah Kabupaten Pesawaran telah melakukan vaksinasi untuk tahap kedua bagi para pelayan publik, mulai dari jajaran kepolisian hingga ke anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran Dr. Yasmin mengatakan, pelaksanaan vaksin tahap kedua dosis ke satu ini dimulai sejak hari ini.
“Iya sudah kita mulai hari ini, dan untuk lokasi penyuntikan vaksin ini kita bagi menjadi beberapa tempat, diantaranya RSUD Pesawaran, Puskesmas Bernung, kemudian Puskesmas Gedongtataan, dan juga Puskesmas Kota Dalom,” kata dia.
Ia menjelaskan, untuk tahap kedua ini rencananya akan dilakukan kepada 252 personil Polres Pesawaran, kemudian 164 anggota Polsek yang ada di Pesawaran, Kejari 17 orang, Pengadilan Agama (PA) 7 orang, Pengadilan Negeri (PN) 6 orang, dan BPJS 8 orang, dan DPRD 41 orang.
“Namun jumlah tersebut masih rencana saja, karena kita tidak tau saat pelaksanaan ada berapa orang yang bisa di vaksin dan berapa yang tidak bisa, karena ada tahapan pengecekan kesehatan yang harus dijalankan terlebih dahulu,” tutur dia.
Ditahap kedua ini Pemkab Pesawaran menerima kurang lebih 430 dosis dikali 10 dan vaksin ini yang akan diberikan sampai ke dosis kedua.
“Kalau untuk guru, tokoh agama, dan pedagang pasar itu akan dilaksanakan ditahap selanjutnya, karena penerimaan vaksin ditahap kedua ini jumlahnya masih kurang kalau kita distribusikan untuk semua,” tegas dia.
Oleh: sapto firmansis






