Lampung Utara – (PeNa), Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 3 Sinar Sari, Kabupaten Lampung Utara, menuai sorotan tajam. Seorang guru bernama Ida Yuliana meluapkan kemarahannya setelah mendapati paket makanan yang dibagikan ke siswa diduga dalam kondisi basi dan busuk. Video kemarahan Ida pun viral di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, Ida memperlihatkan langsung isi paket MBG yang dinilainya tak layak konsumsi. Sayur, tempe, hingga buah anggur tampak rusak dan membusuk. Dengan nada tinggi, Ida mempertanyakan tanggung jawab pengelola dapur MBG.
“Nah hari ini, apa tanggapan kamu orang ngasih tempe-tempe busuk, ngasih anggur busuk? Ini bukan binatang bukan, ini anak sekolah. Kalau murid kami keracunan apa kamu mau tanggung jawab? Tolong temuin saya sama yang punya MBG. Ya! Ini penghinaan buat kami,” katanya, Senin (12/1/2026).
Ida menegaskan, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di sekolah tersebut. Ia menyebut paket makanan tak layak sudah berulang kali diterima siswa, mulai dari buah jeruk hingga salak yang membusuk. Kondisi itu membuatnya mempertanyakan pengawasan dapur MBG.
“Udah kebiasaan! Kadang jeruk busuk, kadang salak busuk. Ini anggur makanan hewan! Makan sama kamu orang! Makannya cari pekerja itu yang betul-betul profesional. Kalau memang gak bisa bekerja, ganti pekerja! Jangan masukin barang busuk kayak gini! Ini bukan makanan manusia! Saya minta tolong pertanggungjawaban kamu orang yang punya Dapur MBG. Temui saya. Terima kasih,” tegasnya.
Tak berhenti di situ, Ida bahkan mengancam akan membawa persoalan ini langsung ke Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan anggaran MBG berasal dari pemerintah pusat dan harus dipertanggungjawabkan.
“Dana anggaran ini dari pemerintah, dari Bapak Presiden Prabowo. Ini saya lanjutin sampai ke beliau. Jangan dikira saya enggak bisa sampai sama dia. Ya!,” jelasnya.
Ida juga menyebut akan menyampaikan langsung ke Paspampres.
“Ini saya tembusin langsung ke Pak Pampres, tolong, Pak Mardianto yang terhormat. Memang kamu sudah jadi pendamping Pak Pampres, jadi Pak Pampres di sana Mardianto. Saya minta tolong sama kamu sampaiin sama Bapak Presiden Prabowo dari Lampung Utara, SD Negeri 3 Sinarsari,” sambungnya.
Dalam pernyataan penutupnya, Ida menyinggung alasan dapur MBG yang disebut sempat berhenti beroperasi karena anggaran dari pusat tak kunjung turun.
“Dan 3 minggu kemarin mereka tidak beroperasional, mereka bilang dana anggaran itu tidak turun dari pusat. Dan mereka bilang lagi sama Ibu Ema bahwa anggaran 3 minggu tidak mereka ambil dari pusat. Bener atau tidak tolong kamu konfirmasi sampai ke Bapak Presiden Prabowo yang terhormat. Terima kasih Pak Pampres,” tutup Ida.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari membenarkan adanya dugaan keracunan massal di sekolah tersebut. Total 11 siswa SDN 3 Sindang Sari dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan MBG.
“Jadi pagi tadi Polres Lampung Utara mendapatkan laporan adanya dugaan keracunan yang dialami siswa-siswi SDN 3 Sindang Sari. Total ada 11 siswa yang mengalami gejala tersebut,” kata Yuni.
Menurut Yuni, para siswa mengalami keluhan mulai dari mual, pusing, hingga muntah-muntah. Beruntung, kondisi mereka kini telah membaik.
“Ya mual, pusing hingga muntah-muntah dengan wajah sudah pucat. Namun alhamdulillah mereka sudah kembali ke rumah usai menjalani perawatan di rumah sakit,” jelasnya.
Kasus ini kini menjadi perhatian serius dan menambah sorotan terhadap pengawasan serta kualitas program Makan Bergizi Gratis di daerah.






