Bandar Lampung (PeNa)-Beredarnya screenshoot dalam pesan Whats app yang diduga berasal dari Vice President Sugar grup Company (SGC) Lee Purwanti terkait rekomendasi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk Bakal calon Gubernur (Bacagub) Arinal Djunaidi menjadi bukti jika mantan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov)yang sedang tersandung kasus dugaan penyimpangan anggaran saat menjabat Sekdaprov itu didukung oleh Taipan Gunawan Yusuf yang juga diketahui terlibat dalam dugaan kasus pengemplangan pajak bernilai trilyunan dan penyerobotan lahan register serta tanah ulayat.
Alhasil adanya dukungan finansial tanpa batas dari taipan dinilai Koordinator Presidum Forum Demokrasi Lampung (Fordela) A.Fadli sebagai upaya pemodal untuk lebih melanggengkan usaha serta mengamankan aset perusahaan dengan menciptakan kader perusahaan yang di tempatkan di parpol guna memenangkan Pilgub 2018 mendatang.
Dia menambahkan, sebelum menjadi Ketua DPD Golkar Lampung, rekam jejak Arinal dalam birokrat lebih dikenal sebagai sosok yang arogan bahkan mantan Kadis Kehutanan ini pernah dilaporkan Istahul, karyawan groundhandling PT Gapura Angkasa di Bandara Radin Inten II terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan Cagub dari Golkar ini.
“ Masyarakat harus tahu sedikit banyak tentang rekam jejak Arinal yang justru populer karena perbuatan arogannya saat menjabat Sekdaprov, pemimpin seharusnya mampu mengayomi bukan justru berbuat kasar seperti yang pernah dilakukannya kepada karyawan Garuda Angkasa bahkan Arinal mengintimidasi wartawan saat diwawancarai tentang kasus penganiayaan yang dilakukan Arinal terhadap karyawan itu, apa tipe pemimpin arogan dan lebih mementingkan kepentingan taipan yang akan dipilih oleh masyarakat Lampung,”ungkapnya.
Dikatakannya, konspirasi antara Nyonya Lee dan Arinal dalam konteks Pilgub diduga telah direncanakan sejak lama mengingat keduanya diketahui telah lama saling mengenal, bahkan saat Ketua Golkar Lampung itu dilantik menjadi Sekretaris daerah, Lee sengaja datang dan menunjukkan ke khalayak mengenai kedekatan keduanya.
“ Adanya asumsi dan opini yang terbangun di publik jika pencalonan Arinal memang sudah menjadi skenario SGC itu sangat wajar, apalagi mereka dikenal dekat, jika tidak adanya dukungan dari SGC hal yang tidak mungkin Arinal mampu mengambil Golkar dari Alzier. Hal itu kalau menurut saya memang sudah direncanakan sejak lama dan yang menjadi kekhawatiran kita apa yang telah di janjikan Arinal kepada SGC jika Ia nanti meang dalam Pilgub mendatang, logikanya hal yang tidak mungkin pemodal mau mengeluarkan modal tanpa batas tanpa ada kepentingan korporasi yang dibawa,”ucapnya.
Fenomena yang terjadi,imbuhnya korporasi dipastikan lebih mendominasi mengambil peran dalam setiap kebijakan maupun keputusan politik di Lampung dan diprediksi calon Gubernur yang diddukung pengusaha tidak mampu berbuat banyak meski menang Pilgub sekalipun karena telah tersandera dengan dana operasional untuk sosialisasi bahkan dana kampanye yang nilai nya fantastis.
“ Inilah konsekuensinya jika dalam suksesi Pilkada Calon kepala daerah sangat ketergantungan dengan dana bantuan korporasi apalagi sudah banyak contoh dan bukan menjadi rahasia jika di beberapa Pilkada banyak dimenangkan oleh Gubernur,Bupati/Walikota yang tadinya bukan kader partai tapi kader karbitan yang mempunyai kedekatan dengan pengusaha,”tegasnya.
Ia menambahkan, konspirasi yang dibangun Arinal dan SGC justru akan menambah penderitaan masyarakat yang saat ini lahannya diserobot oleh perusahaan gula terbesar itu dan komitmen Arinal untuk memperjuangkan hak masyarakat khususnya yang sedang bersengketa dengan perusahan itu patut dipertanyakan.
“ Jika memang Arinal benar tulus melayani rakyat seperti jargon yang tertulis di balehonya, buktikan jika Ia berpihak pada kepentingan masyarakat bukan kepentingan taipan, kita sama-sama tahu sengketa tanah ulayat antara warga Tulang Bawang dan SGC sampai dengan saat ini tidak ada penyelesaian sama sekali bahkan yang justru beberapa warga tewas akibat konflik lahan itu. Pertanyaannya, apakah Arinal mau berpihak pada warga yang tanahnya bersengketa dengan SGC atau lebih memilih diam, apa iya Anjing mau melawan Tuan bisa dicap durhaka nanti Arinal sama Nyonya Lee,”tandasnya.(BG)






