Baru Satu Bulan, Jalan Brabasan-Wiralaga Senilai Rp 140 Miliar Alami Kerusakan

Mesuji (PeNa)-Target   jalan mantap 80 persen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di Kabupaten Mesuji  diprediksi tidak akan berjalan sesuai harapan, pasalnya  pengerjaan pembangunan jalan ruas Brabasan-Wiralaga oleh PT Sang Bima Ratu sebagai pelaksana pekerjaan dari PT Amarta Karya sebagai pemenang tender disinyalir asal jadi dan kuat dugaan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang diatur dalam surat perintah kerja.

Dari pantauan PeNa, dibeberapa  titik , pembangunan yang baru dikerjakan beberapa bulan lalu itu sudah mengalami kerusakan, alhasil sentimen negatif  yang mengemuka alokasi dana Rp 140 miliar dari pinjaman PT.SMI cenderung mubazir jika melihat kualitas pekerjaan.

Sejumlah kalangan Bumi Serasan Segawe menyesalkan kinerja pelaksana proyek dari PT.SBR  Agus Herdiana yang melakukan pembiaran terhadap sejumlah pekerja  yang tidak memperhatikan tingkat ketebalan aspal pengaspal alhasil jumlah keruskan semakin bertambah dengan bebasnya kendaraan jenis Truck/Fuso yang melintasi ruas jalan Brabasan-Wiralaga.

Buruknya kinerja Agus sebagai pelaksana pekerjaan  semakin terlihat dengan merekrut  preman dan oknum wartawan yang diduga untuk kepentingan pengamanan proyek.

“Kami selaku warga sangat kecewa dengan kualitas pekerjaan itu lihat saja Mas, pengasapalan aja sembarang dan terlalu tipis, wajar jika saat ini di beberapa titik sudah terlihat rusak,”jelas Armendra salah satu tokoh pemuda setempat, Jum’at (13/10).

Dia mengatakan, seharusnya pelaksana pekerjaan di lapangan lebih tegas dan jeli dalam mengawasi pengerjaan jalan tersebut ,adanya rekrutmen oknum wartawan dan preman agar pengerjaan proyek tidak menuai sorotan justru menuai antipati warga.

“ Kalau memang pekerjaannya tidak bermasalah mengapa harus menggunakan jasa preman, hal itu kan justru tidak profesional dan tidak bertanggungjawab dalam pekerjaan. Kami bukannya usil atau iri akan tetapi ruas jalan ini kan kami yang akan menikmatinya jika baru umur satu bulan saja sudah banyak yang rusak apalagi nanti,”katanya.

Saat persoalan itu akan dikonfirmasikan kepada Agus melalui sambungan telepon meski dalam keadaan aktif tidak menjawab.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *