PESAWARAN-(PeNa), Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mendorong SMK Negeri 1 Gedong Tataan unggulkan Agri Bisnis Tanaman Pangan Holtikultura (ATPH) di kurikulumnya.
Harapan Dendi tidak berlebih, mengingat potensi daerah pertanian dan perkebunan di Kabupaten Pesawaran sangat mendukung untuk dilakukannya inovasi tekhnologi berbudi daya tanaman yang lebih berkualitas dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
“Kami apresiasi SMK Negeri 1 Gedong Tataan yang dalam memberikan ilmu bagi siswa-siswi dilakukan dengan seimbang, artinya teori dan praktek lapangan sesuai. Ditambah lagi dengan laboratorium pertanian yang lengkap, diharapkan lebih berinovasi dalam menciptakan varietas unggulan, ” kata dia, saat meninjau sekolah tersebut, Rabu (27/02).
Menurutnya, kekayaan alam yang ada diwilayahnya masih membutuhkan formula yang canggih dan dinamis dalam mengelolanya sehingga menghasilkan produksi pangan yang berkualitas tinggi.
“Inovasi bagus, hasil pertanian yang dilakukan melalui persilangan varietas bibit unggul dapat dikembangkan kepada masyarakat petani. Nah, gagasan seperti ini yang mampu mengurangi angka pengangguran. Karena, remaja dibekali ilmu yang cukup sehingga begitu selesai sekolah dapat mandiri melalui pertanian yang memang dimiliki orang tuanya. Nantinya, lulusannya tidak merantau keluar daerah, ” ujar dia.
Sementara itu, Kepala sekolah SMKN 1 Pesawaran Sutomo yang didampingi Kepala Kejuruan (Kajur) ATPH Desy Natalia menuturkan bahwa, sekolahnya menggelar Expo Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH).
“Ini bertujuan untuk memberi informasi kepada masyarakat, bahwa SMKN 1 Pesawaran mampu mencetak para petani muda dengan menghasilkan hasil-hasil pertanian yang bisa dikatakan luar biasa,” tutur dia.
Dijelaskan, kegiatan tersebut merupakan hasil dari kreasi, improvisasi dibidang pertanian murid-murid kejuruan ATPH SMK ini. Dan juga sebagai langkah upaya untuk mengajak anak-anak muda kita, untuk mencintai dunia pertanian.
“Sesuai dengan visi misi kami, kegiatan ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat luas, tentang upaya kami dalam mengkader, mencari, dan mendidik anak-anak untuk menjadi petani muda. Karena kita ketahui, bahwa permasalahan saat ini kita mengalami krisis petani muda,” ujar dia.
Dengan kegiatan ini, dia mengatakan, diharapkan dapat menarik minat masyarakat, khususnya anak-anak muda kita, untuk berminat dalam menekuni bidang pertanian. “Sesuai dengan program kami yaitu mencetak petani-petani muda, atau yang kita sebit sebagai petani millenial,” tegas dia.
Untuk diketahui, siswa-siswi SMK Negeri 1 Gedong Tataan jurusan
Agri Bisnis Tanaman Pangan Holtikultura (ATPH) telah melakukan persilangan bibit guna mencari bibit unggul dan berkualitas. Kegiatan tersebut didampingi Lembaga Swadaya Masyarakat Panah Merah yang memang fokus pada soal tanaman.

Persilangan tersebut dilakukan pada tanaman Labu, tanaman Timun, Tomat, Cabai Rawit dan tanaman bunga. Untuk tanaman bunga yang menjadi unggulan adalah bunga krissan yang biasa digunakan untuk bunga papan danĀ bunga Marygold yang dapat digunakan untuk mengusir serangga di persawahan. PeNa-spt.






