Dalih Pendidikan, Rektor Unila Kekang Kemerdekaan Berserikat

Bandar Lampung (PeNa)-Peraturan Rektor nomor 3 tahun 2017 dan rancangan peraturan rektor tahun 2018 Universitas Lampung dinilai kalangan sebagai upaya sistematis penguasa kampus untuk mengekang kebebasan mahasiswa dalam berserikat dan berekspresi selain itu regulasi yang dikeluarkan bernuansa politis serta cenderung mengakomodir kepentingan pihak-pihak tertentu.

Mantan akitivis 98 Mahendra Utama menyesalkan produk hukum kampus yang semaunya mengeluarkan aturan atas nama pendidikan, Ia berpendapat bahwa ketika ketidakhadiran kelompok mahasiswa yang berperan dan menjadikan “New Wave” sebagai Gerakan Mahasiswa Unila di era 2018, maka penguasa kampus bisa membuat aturan apa saja atas nama pendidikan.

Oleh karena itu, bila tidak ingin dikekang dan ingin meraih kemerdekaan berserikat berkumpul serta merdeka dalam berekspresi, maka Perjuangan Segelintir Mahasiswa Unila adalah sebuah keharusan.

“Anda jangan hanya menikmati kemegahan bagai takdir menjadi keharusan kampus yang demokratis dan merakyat saja, ini tahun ke 20 reformasi Bung dan Nona,”katanya, Selasa (2/10).

“Demokratis dan merakyatnya kampus bukan dihasilkan dari  statemen dan aktifitas organisasi “bentukan rezim” serta organisasi “kolaborator penguasa kampus”, tetapi harus dipelopori kelompok kecil mahasiswa kritis yang lahir dari kelompok diskusi mahasiswa,”tegasnya.

Oleh karena itu, bila kemerdekaan berekspresi tersebut telah tergadai, maka menjadi sebuah keharusan untuk melawan.

“Sikap diam adalah sebuah bentuk pengkhiatan bagi jiwa sejati mahasiswa sebagai pembawa perubahan zaman,”ucapnya.

Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unila terkait peraturan rektor nomor 3 tahun 2017 dan rancangan perarturan Rektor tahun 2018.

Karena peraturan Rektor No 3 tahun 2017 tentang tata cara pemberian penghargaan dan sanksi terhadap mahasiswa dianggap sebagai sinyal matinya Demokrasi di kampus hijau tersebut.

Sedangkan, rancangan peraturan Rektor tahun 2018 tentang organisasi kemahasiswaan, birokrat kampus berencana mengambil alih Keluarga Besar Mahasiswa (KBM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *