BANDARLAMPUNG – (PeNa), Tim Satreskrim Polresta Bandarlampung berhasil menangkap dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Kedaton pada Senin, 30 September 2024.
Kedua pelaku, Usman dan Kelvin, telah melakukan aksi pencurian sepeda motor hingga delapan kali di berbagai lokasi sepi, seperti perumahan, rumah sakit, dan lingkungan kampus di Bandarlampung.
Dalam setiap aksinya, Usman bertindak sebagai eksekutor yang merusak kunci motor menggunakan kunci T, sedangkan Kelvin berperan sebagai “pilot” yang siap melarikan diri setelah aksi berhasil.
Target utama mereka adalah motor jenis Honda Beat. “Motor Beat mudah dicuri dan ringan dibawa,” kata Usman, salah satu pelaku.
Penangkapan dilakukan setelah tim kepolisian mendapati informasi dan berhasil melacak keberadaan mereka.
Saat akan ditangkap, kedua pelaku mencoba melawan petugas, sehingga aparat terpaksa melakukan tindakan tegas terukur.
Dalam konferensi pers, Rabu (2/10/2024), Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Mukhammad Hendrik Apriliyanto, menjelaskan bahwa, barang bukti yang diamankan di antaranya adalah satu unit motor Yamaha Aerox, satu unit motor Honda Beat, kunci T yang digunakan untuk membobol kunci motor, serta sweater krem yang dikenakan salah satu pelaku.
“Barang bukti yang diamankan antara lain sepeda motor Yamaha Aerox, satu unit motor Honda Beat, kunci T, dan sweater berwarna krem yang dikenakan pelaku,” ujar Hendrik.
Hasil pencurian dijual di wilayah Jabung seharga Rp 4.500.000. Uang hasil penjualan tersebut dibagi dua dan digunakan untuk berjudi.
“Biasanya, saya sebagai pilot mengawasi keadaan sekitar. Setelah berhasil kabur, kami menjual hasil curian ke daerah Jabung,” ungkap Kelvin.
Diketahui, Kelvin bekerja sebagai pegawai di sebuah toko kue, sedangkan Usman bekerja serabutan. Keduanya berasal dari daerah Bungkuk.
Aksi mereka sangat cepat, hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk membobol kunci motor.
Polresta Bandarlampung masih melakukan pengembangan lebih lanjut untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan penadah atau pelaku lain yang terkait dengan aksi curanmor ini.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati saat memarkir kendaraan, terutama di tempat-tempat yang sepi dan kurang pengawasan. (Wina dan Ina)






