
PESAWARAN-(PeNa), Dari ratusan hewan ternak yang dijual untuk qurban pada Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriyah ada beberapa ditemukan cacat fisik dan sakit. Temuan tersebut setelah dinas terkait melakukan pemantauan kepada pedagang hewan ternak sapi dan kambing di 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Pesawaran.
Kepada PeNa, dokter hewan (drh) Yanuar mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan sementara kepada pedagang hewan ternak sapi dan kambing di 12 kecamatan. “Kita sudah lakukan pemantauan sementara dan hasilnya ditemukan ada beberapa hewan yang dijual untuk qurban memiliki cacat fisik seperti buah zakar yang tidak komplit dan sakit ringan semisal penyakit kulit dan flu serta mencret, ” kata dia, Senin (28/8).
Diterangkan, bahwa selaku dokter hewan instansinya hanya bisa memantau dan memberi tahu kepada pedagang terkait temuan. “Kalau kami selaku dokter hewan hanya bisa memantau dan memberitahukan kepada pedagang atau pemilik soal kondisi hewan ternak yang diperuntukan qurban tahun 2017,” terang dia.
Jumlah sementara hewan qurban yang diperjual belikan dan sudah tercatat sapi 250 ekor dan kambing 406 ekor yang tersebar di 12 kecamatan. “Yang kita sudah cek baru di 25 titik dan diberikan kalung sehat untuk hewan yang telah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan sehat. Kita beritahu juga untuk hewan yang mengalami cacat dan menderita sakit untuk tidak dijual. Karena kalau untuk qurban memang syaratnya harus sempurna dan sehat, ” ujar dia.
Ditegaskan oleh drh Yanuar, bahwa untuk hewan ternak sapi dan kambing yang mengalami sakit tidak dilakukan pengobatan. “Untuk hewan ternak sapi dan kambing yang sakit, kita tidak akan berikan pengobatan. Karena dikhawatirkan akan berpengaruh pada daging atau organ tubuh lainnya sehingga mengganggu syarat syahnya qurban, ” tegas dia. PeNa-spt.






