Jaringan Perdagangan Manusia Lampung Terbongkar

LAMPUNG (PeNa) – Kepolisian Daerah Lampung berhasil membongkar jaringan perdagangan manusia (human traffic king) yang beroperai di Kota Bandar Lampung.

Enam pelaku sindikat perdagangan manusia yang berhasil diamankan dalam operasi Subdit 3 Jatanras pada Kamis (16/8) di Jagabaya Bandar Lampung tersebut masing-masing Sapon ,41, Ratim ,43, Nanang ,19, Eko ,32, Hermawan ,23, dan Fani ,18, warga Bandar Lampung.

“Selain enam tersangka tersebut, masih ada dua orang yang masih dikejar petugas,”kata Kasubdit 3 Jatanras Polda Lampung, AKBP. Ruli Andi Yunianto, mewakili Direktur Rerse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol. Bobby Marpaung.
Sedangkan, lima orang lansia sakit fisik dan cacat mental yang diperkerjakan sebagai pengemis yakni, Mamat alias Undur-undur penderita tuna wicara (bisu), Agus penderita sakit fisik, Dadang penderita stress, Enjel penderita stress, dan Joni penderita sakit fisik.
Modusnya, lanjut Ruli Andi Yunianto, pada waktu pagi hari, para sindikat tersebut dengan mengendarai sepeda motor membonceng dan menempatkan korban di pinggir jalan dan tempat umum seperti, SPBU yang ramai dilalui orang. Setelah petang, korban di jemput.
“Itu dilakukan setiap hari. Bagian antar jemput adalah tersangka Nanang, sementara uang hasil mengemis dikumpulkan di kediaman tersangka Eko,”terangnya.
Mirisnya, tambah Ruli Andi Yunianto, korban hanya diberi makan dan uang hasil mengemis yang terkumpul digunakan para tersangka untuk keperluan pribadi dan mabok tuak. “Dari tersangka, diamankan barang bukti berupa, 2 unit motor yang dibeli dari hasil mengemis dan uang recehan hasil mengemis,”ungkapnya.(obin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *