LAMPUNG SELATAN-(PeNa), Presiden Joko Widodo akhirnya kunjungi lokasi terdampak bencana tsunami dan mengunjungi para korban di Kabupaten Lampung Selatan, tapi tidak ke Desa Pulau Legundi Kabupaten Pesawaran, Rabu (2/1).
Presiden dan rombongan bertolak menuju Provinsi Lampung menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 sekira pukul 08.30 WIB dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta.
Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Provinsi Lampung, antara lain Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.
Kemudian, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.
Tiba di Bandar Udara Radin Inten II, Kabupaten Lampung Selatan pada pukul 09.05 WIB, Presiden disambut oleh Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, dan Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto.
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan, selama berada di Provinsi Lampung, Jokowi diagendakan meninjau beberapa lokasi terdampak tsunami Selat Sunda yang terjadi pada 22 Desember 2018 dan juga lokasi pengungsi.
“Lokasi yang akan dikunjungi Kepala Negara adalah Kecamatan Rajabasa dan Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan ” kata dia.
Selanjutnya Presiden akan meninjau para pasien terdampak tsunami Selat Sunda yang sedang dirawat di rumah sakit yang berada di Kabupaten Lampung Selatan.
“Selesai meninjau semua lokasi, pada sore harinya Presiden akan menuju Bandar Udara Radin Inten II untuk kembali ke Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan,” jelasnya.
Kunjungan orang nomor satu di Republik Indonesia tersebut tidak sekaligus menghampiri lokasi dampak tsunami di Desa Pulau Legundi Kecamatan Punduh Pidada Kabupaten Pesawaran. Padahal, desa tersebut kondisinya porak poranda akibat bencana tsunami. PeNa-spt.






