Kasus Kejahatan Naik di 2025, Polda Lampung Beberkan Ribuan Perkara dan Evaluasi Penanganannya

Bandar Lampung – (PeNa), Polda Lampung memaparkan dinamika keamanan sepanjang 2025 dalam Rilis Akhir Tahun yang digelar Senin (29/12/2025). Data kepolisian menunjukkan jumlah tindak pidana mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya, meski di sisi lain upaya pengungkapan dan penindakan terus digencarkan melalui berbagai operasi kepolisian.

Sepanjang Januari hingga November 2025, total laporan kejahatan atau crime total tercatat sebanyak 11.954 kasus. Angka ini naik 876 kasus dibanding periode yang sama pada 2024. Dari jumlah tersebut, Polda Lampung menyelesaikan 4.312 perkara, sementara tingkat crime clearance mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf mengatakan kenaikan angka kejahatan menjadi tantangan yang harus dihadapi secara realistis. “Kami tidak menutup mata, ada peningkatan jumlah laporan kejahatan. Ini menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pencegahan dan respons cepat di lapangan,” ujarnya.

Berdasarkan pemetaan kasus menonjol, kejahatan jalanan atau street crime masih mendominasi dengan 7.031 kasus. Angka ini meningkat 533 kasus dibanding tahun sebelumnya. Namun, penyelesaian perkara untuk kategori ini justru menurun, dari 3.648 kasus pada 2024 menjadi 2.526 kasus pada 2025.

Selain itu, kasus yang menyasar kelompok rentan dan berbasis gender juga menunjukkan tren kenaikan. Sepanjang 2025, tercatat 846 kasus, naik 58 kasus dari tahun sebelumnya. Di sisi penyelesaian, kepolisian menuntaskan 403 perkara, turun signifikan dibanding 2024.

Untuk kejahatan pertanahan atau mafia tanah, Polda Lampung mencatat lonjakan kasus paling tajam secara persentase. Jumlah laporan naik dari 67 menjadi 95 kasus. Namun, tingkat penyelesaian turun hampir separuh, dari 40 kasus menjadi 19 kasus.

“Kami akui, beberapa jenis kejahatan memiliki kompleksitas tinggi, seperti mafia tanah dan kejahatan terorganisir. Penanganannya membutuhkan waktu, kehati-hatian, dan dukungan lintas sektor,” kata Helfi.

Di sisi kriminal khusus, kinerja penanganan perkara justru menunjukkan peningkatan. Sepanjang 2025, tercatat 361 tindak pidana khusus, naik sekitar 20 persen dari tahun sebelumnya. Penyelesaian perkara melonjak signifikan menjadi 234 kasus, atau naik lebih dari 50 persen dibanding 2024.

Kasus korupsi menjadi salah satu sorotan. Nilai kerugian negara yang berhasil diungkap pada 2025 mencapai Rp 51 miliar, melonjak drastis dari sekitar Rp 4,7 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara itu, penyelamatan aset negara juga meningkat menjadi Rp 1,11 miliar.

“Penegakan hukum terhadap korupsi dan kejahatan khusus kami dorong lebih agresif, tetapi tetap mengedepankan akuntabilitas dan pembuktian yang kuat,” tegas Helfi.

Kapolda menambahkan, seluruh capaian dan kekurangan sepanjang 2025 menjadi dasar perbaikan ke depan. Polda Lampung, kata dia, akan memperkuat strategi pencegahan, patroli berbasis kerawanan, serta peningkatan kualitas penyidikan.

“Keamanan bukan hanya soal angka. Yang terpenting adalah kehadiran polisi di tengah masyarakat dan kepercayaan publik yang terus kami jaga,” ujarnya.

Ia menegaskan, Polda Lampung berkomitmen meningkatkan kinerja penanganan perkara pada 2026, dengan fokus pada kejahatan jalanan, perlindungan kelompok rentan, serta percepatan penyelesaian kasus.

“Evaluasi ini menjadi pijakan kami untuk bekerja lebih presisi ke depan,” pungkas Helfi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *