Kecelakaan Beruntun, Satu Tewas, Satu Kritis

Meiriska (6) terbaring kritis. Meiriska merupakan salah satu korban dari kecelakaan betuntun. Dalam kecelakaan tersebut, Tumini (22) ibu Meiriska meningal dunia ditempat kejadian. 
KOTAAGUNG (PeNa)-Kecelakaan beruntun terjadi di alan Raya Lintas Barat KM 97-98 Pekon Negeri Ratu Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus sekitar pukul 10.00 Selasa (7/3/17). kecelakaan beruntun melibatkan satu roda empat pick up dan dua kendaraan roda dua.
Akibat kejadian tersebut, satu korban tewas dilokasi dan satu lainnya dalam kritis. Adalah Tumini (22) warga Kota Agung Barat sedangkan Meiriska (6) kini kritis di rumah sakit setempat.
Kasat Lantas Polres Tanggamus, AKP Sopyan, mengatakan kecelakaan lalu lintas terjadi sekitar jam 10.30 Wib antara  kendaraan sepeda motor Yamaha Vega-R  BE 3628 UW  dengan dengan kendaraan sepeda motor yang tidak diketahui identitas dan nomor polisinya membawa gerobak,  serta melibatkan kendaraan Pickup Mitsubishi L300 BE 9978 VE.
“Korban Tumini meninggal di tempat kejadian dan anaknya mengalami luka robek di kepala dibawa ke RSUD Kota Agung”  kata dia.
Hasil olah TKP dan keterangan saksi, sepeda motor Yamaha Vega-R BE 3628 UW yang di kendarai  Tumini dengan membonceng Meiriska (6) menyerempet sepeda motor yang tidak diketahui identitasnya lalu oleng kekanan bersamaan muncul kendaraan Pickup Mitsubishi BE 9978 VE yang dikemudikan IS (21) warga Kecamatan Kota Agung Barat Tanggamus dari arah berlawanan, karena jarak yang sudah dekat sehingga pengemudi Pickup tidak dapat menghindar.
Saat ini barang bukti telah disita di Polres Tanggamus, lantas korban meninggal dunia telah diserahkan kepada keluarganya terhadap pengemudi pick tidak lakukan penahanan karena mengalami shock setelah terjadinya kecelakaan tersebut, Polisi masih  melakukan penyelidikan terhadap peristiwa laka itu sebab belum diketahui siapa pengendara motor yang pembawa gerobak yang disenggol oleh korban Tumini.
“Kita sudah melakukan olah TKP dan pengumpulan bahan keterangan dari saksi-saksi dilapangan, untuk sopir L-300 saat ini statusnya masih sebatas saksi, kalau pengendara R2 yang membawa gerobak belum diketahui identitasnya, saat ini masih dicari tahu dulu informasinya.” ujar AKP Sopyan. (Opoy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *