BANDARLAMPUNG (PeNa) – Setelah berlayar bersama 75 laskar terpilih dari setiap provinsi dalam program Muhibah Budaya Jalur Rempah di tujuh kota, KRI Dewaruci dan Laskar Muhibah Jalur Rempah berangkat dari Dermaga Pelindo Panjang, Bandar Lampung, menuju etape terakhir ke Jakarta pada Minggu (14/7).
Kapal legendaris KRI Dewaruci, yang menjadi bagian dari latihan Taruna Akademi TNI Angkatan Laut serta berfungsi sebagai Kapal Diplomasi sejak 1953, telah melakukan dua kali pelayaran muhibah keliling dunia, menjelajahi tujuh samudra dan lima benua.
Acara pelepasan dihadiri oleh Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, Danlanal Lampung Kolonel Laut (P) Dwi Atmojo, Dirjen Kebudayaan Prov. Lampung Drs. Siswanto, Plh Sekda Prov. Lampung Drs. Sukarma Wijaya, serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan.
Dalam sambutannya, Walikota Bandar Lampung menyampaikan apresiasinya: “Atas nama Kota Bandar Lampung, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta TNI Angkatan Laut yang telah memilih Kota Bandar Lampung sebagai salah satu titik dalam program Muhibah Budaya Jalur Rempah Kemendikbudristek RI, sehingga semakin mengukuhkan Kota Bandar Lampung sebagai jalur penting di Indonesia melintasi Selat Malaka.”
“Program ini tidak hanya mempromosikan kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga memperkuat diplomasi dengan negara sahabat. Saya mengajak kita semua untuk bersinergi dalam mempertahankan kejayaan jalur rempah di Indonesia, serta menumbuhkan kecintaan dan kesadaran generasi muda akan kearifan lokal,” tambahnya.






