Lebah Koneng Serukan Kalimat Tauhid Pada Halal Bihalal

 

BANDARLAMPUNG-(PeNa), Masih disuasana Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah, Majelis Taklim Lebah Koneng Pondok Pesantren An Nahl gelar Halal Bihalal di Jalan Swadaya IV Kelurahan Gunung Terang Kecamatan Langkapura, Sabtu (08/06) malam.
Gelaran tersebut dilaksanakan secara rutin setiap bulan sekali, hanya saja momemtum Idul Fitri dijadikan temu silaturakhim antar jemaah yang memiliki latar belakang beraneka ragam dari berbagai daerah. Kegiatan dilakukan dengan dzikir tauhid Laaillahaillallah dengan seksama.
Dalam tausyiahnya, Pengasuh Pondok Pesantren An Nahl KH Arifin Al Qodri menyampaikan bahwa sejatinya dalam kehidupan harus senantiasa mengingat Sang Kholiq.
“Dalam melaksanakan ibadah, baik sholat ataupun ibadah lain harus meletakkan segala sesuatunya soal duniawi. Jangan membawa jabatan ataupun merasa paling segalanya, kita harus benar-benar menghamba dihadapan Allah Subkhanahu Wa Taala, ” kata dia.
Apabila Allah sudah memberikan keberkahan, maka segalanya akan lebih bermanfaat dan memiliki nilai ibadah. Bagi orang yang tidak mau menyembah Allah, maka tidak mendapat doa dari Muhammad Rasulullah.
“Allah akan murka kepada orang yang berbuat dzolim, maka berbuatlah kebaikkan. Karenanya, sholatlah sebagai wujud ketaqwaan hamba dengan pencipta. Karena kedzoliman akan membawanya ke jurang kesengsaraan dunia akhirat, ” ujar dia.
Jadi orang yang berbuat dzolim, ketika disidang dihadapan Allah maka pahalanya akan dibagikan kepada orang yang didzolimin. Diantara dzolim yang dimaksud adalah dzolim menyekutukan Allah.
“Dzolim tersebut misalnya mencari pesugihan dan memuja selain Allah, ” ucap dia.
Kemudian dzolim yang diampuni oleh Allah. Dzolim tersebut semisal seperti banyak melakukan maksiat sebelum bertaubat. Untuk itu, segeralah bertaubat dan melaksnakan perintah Allah.
Lalu, dzolim yang tidak dibiarkan oleh Allah. Perbuatan tersebut adalah ada pada hubungan antara manusia dengan manusia.
“Sebagai orang muslim dan sudah Toriqoh, tidaklah diperkenankan melakukan dzolim. Menyakiti sesama, memakan hak orang lain dan perbuatan lain yang dapat menyebabkan kerugian orang lain. Segeralah memaafkan dan meminta maaf kepada orang lain, agar mendapat ampunan Allah, ” tutur dia.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jemaah santri kalong atau santri yang aktifitas belajarnya pada malam hari dibawah asuhan KH Arifin Al Qodri. Pondok Pesantren An Nahl sendiri memiliki tempat di Jalan Kepodang Kelurahan Susunan Baru Kecamatan Tanjung Karang Barat. Dilingkungan pondok pesantren tersebut juga ada tempat suluk, dimana para jemaah Tareqot kerap meksanakan dzikir. Selain itu, menerima pendidikan untuk anak-anak. Mulai dari PAUD, TK dan SD IT yang baru dibukanya.
Oleh: sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *