METRO – (PeNa), Fajar Jaya Putra (19), pelaku penembakan yang menewaskan aparatur sipil negara (ASN) Dedy Christian Agung di Kota Metro, Lampung, akhirnya menyerahkan diri kepada polisi. Ia mengaku takut ditembak aparat jika terus melarikan diri.
Pengakuan itu disampaikan Fajar usai menyerahkan diri di Mapolres Lampung Utara, Minggu (24/5/2026). Dalam video yang diterima, pelaku menyebut dirinya datang ke polisi atas kesadaran sendiri.
“Saya Fajar Jaya Putra, pelaku penembakan hingga korban meninggal dunia di Kota Metro. Saya menyerahkan diri dengan kesadaran kepada polisi. Saya takut ditembak di tempat,” ujar Fajar.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Kombes Indra Hermawan membenarkan penyerahan diri tersebut. Menurut dia, pelaku datang didampingi orang tua dan Wakil Bupati Lampung Utara.
“Benar, pelaku sudah menyerahkan diri pagi tadi. Dia diantar oleh orang tua dan turut didampingi Wakil Bupati Lampung Utara,” kata Indra.
Menurut Indra, pelaku mengaku ketakutan setelah mengetahui dirinya terus diburu aparat kepolisian sejak peristiwa penembakan terjadi.
“Pelaku mengaku takut diberikan tindakan tegas apabila terus melarikan diri atau bersembunyi. Karena itu dia meminta keluarga mengantarkan dirinya ke polisi,” ujarnya.
Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolda Lampung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami motif serta asal-usul senjata yang digunakan pelaku.
Cekcok Utang Berujung Penembakan
Peristiwa penembakan itu terjadi di Jalan Khair Bras, Metro Barat, Sabtu (23/5/2026) malam. Saat kejadian, korban sedang duduk bersama sejumlah rekannya ketika pelaku datang untuk menagih utang.
Percakapan keduanya kemudian memanas hingga berujung cekcok. Keributan berlanjut ke pinggir jalan sebelum pelaku menembak korban hingga mengenai bagian kepala. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.






