BANDARLAMPUNG – (PeNa), Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung mengungkap fakta baru dalam kasus penembakan ASN Kota Metro, Dedy Christian Agung. Pelaku Fajar Jaya Putra (FJ) ternyata kerap membawa senjata api rakitan saat melakukan penagihan utang kepada para peminjam.
Direktur Ditreskrimum Polda Lampung Kombes Indra Hermawan mengatakan, temuan itu diperoleh dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi di sekitar korban maupun lingkungan tempat tinggal pelaku.
“Dari keterangan saksi-saksi, pelaku ini setiap melakukan penagihan selalu dibekali senjata api dan melakukan penagihan dengan cara-cara arogansi,” kata Indra, Senin (25/5/2026).
Menurut Indra, penyidik masih mendalami asal-usul senjata api rakitan yang digunakan pelaku dalam penembakan tersebut. Polisi juga menemukan proyektil peluru di dalam kepala korban berdasarkan hasil pemeriksaan medis forensik.
“Kami terkoneksi dengan ahli kedokteran forensik dan ditemukan satu proyektil di dalam kepala korban. Saat ini kami masih mendalami asal-usul senjata api tersebut,” ujarnya.
Indra menjelaskan, kepemilikan senjata api ilegal menjadi perhatian serius lantaran marak digunakan dalam berbagai tindak kejahatan, termasuk aksi begal dan penagihan utang dengan intimidasi.
“Kami terus melakukan pengembangan untuk mencari home industry atau tempat produksi senjata api rakitan yang digunakan dalam tindak pidana,” tegasnya.
Selain itu, polisi juga menelusuri asal amunisi kaliber 9 mm yang ditemukan dalam kasus tersebut. Pendalaman dilakukan untuk memastikan jalur distribusi peluru yang semestinya terbatas penggunaannya.
“Termasuk proyektil dan selongsong yang ditemukan, semuanya sedang kami dalami untuk mengetahui asal-usul kepemilikannya,” kata Indra.
Kronologi Penembakan
Peristiwa penembakan terjadi di Jalan Khair Bras, Metro Barat, Sabtu (23/5/2026) malam. Saat itu korban sedang duduk bersama sejumlah rekannya ketika pelaku datang untuk menagih utang.
Cekcok antara korban dan pelaku kemudian memanas. Dalam keributan itu, pelaku menembak korban hingga mengenai bagian kepala. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.






