PESAWARAN-(PeNa), Dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj 1440 Hijriyah, Polres Pesawaran menggelar Istighosah dan tabligh akbar usai sholat jumat di Masjid Agung Ar Royan Islamic Center, Gedong Tataan, Jumat (05/04).
Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sekaligus doa bersama agar pemilihan umum (pemilu) 2019 nanti dapat berjalan dengan aman, damai dan sejuk.
“Kegiatan tersebut dalam rangka peringati Isra’Mi’raj Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam yang bertema ‘Dalam rangka mewujudkan Pileg dan Pilpres 2019 yang aman, damai dan sejuk, ” kata dia.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga dilaksanakan secara serentak di daerah kabupaten lain dalam rangka untuk mewujudkan situasi yang aman dan kondusif menghadapi pemilu 2019.
“Seluruh element masyarakat dapat menciptakan situasi yang aman dan kondisif dalam rangka menghadapi pileg dan pilpres 2019. POLRI,TNI dan ASN kami netral dan kami menjamin keamanan dalam rangka menghadapi pileg pilpres 2019, ” ujar dia.
Selain itu, kegiatan keagamaan ini kiranya dapat dijadikan suri tauladan dalam kehidupan kita sehari hari terutama dalam rangka menghadapi Pileg dan Pilpres 2019.
“Polri khususnya kami dari Polres Pesawaran sudah bekerja maksimal dalam rangka menghadapi Pileg dan Pilres 2019 dalam wujud kerja bakti bersama sama masyarakat sekitar, sambang desa, patroli dialogis dan pengamanan kampanye, ” tutur dia.
Dalam kesempatan tersebut, Popon mengucapkan terima kasih kepada takmir masjid Ar Royan, MUI Kabupaten Pesawaran serta Majelis Dzikir dan Istigosah Andan Jejama atas terselengaranya acara hari ini.
“Dan yang paling utama kami dari Polri, TNI dan ASN tidak dapat bekerja sendri tanpa bantuan dari warga masyarakat untuk bersama-sama dapat mewujudkan pemilu yang aman,damai dan sejuk serta kondusif, ” tegas dia.

Menanggapinya, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan bahwa melalui istighozah dapat lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subkhanahu Wa Ta’ala serta dapat lebih memantapkan kehidupan bernegara, berbangsa dan bermasyarakat guna mewujudkan persatuan dan kesatuan yang kokoh dan kuat, serta terciptanya suasana kondusif, aman, tertib dan damai.
“Semua ini akan bisa terwujud apabila kita selalu bersama-sama saling memperkuat, saling mengisi, dan saling mengingatkan, yang mana sebagai manusia kita banyak batasan-batasan. Namun dengan saling memperkuat, saling mengisi dan saling mengingatkan Insya Allah apa yang kita cita-citakan dapat kita wujudkan, ” kata dia.
Diterangkan, Isra’ Mi’raj tidak hanya merupakan bagian dari transformasi spiritual tetapi juga transformasi sosial.
“Transformasi spiritual mengajarkan kita semua untuk senantiasa taat, tunduk, dan patuh kepada apa yang diperintahkan dan apa yang dilarang oleh Allah. Dan transformasi sosial, mengajak kita semua untuk senantiasa melakukan perubahan, dari kesalahan menuju kesholehan, dari jalan gelap menuju terang, dan dari keterbelakangan menuju kemajuan, ” terang dia. PeNa-spt.






