Proyek Rehabilitasi Irigasi Asal Jadi

PESAWARAN (PeNa)-Proyek rehabilitasi irigasi di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pesawaran tahun anggaran 2016 dengan nilai hampir lima milyar rupiah diduga dilaksanakan asal jadi. Faktanya, kondisi bangunan sudah ada yang retak dan bolong serta tidak ada air yang mengalir.

Sedianya, proyek rehabilitasi irigasi tersebut dilaksanakan untuk mengembalikan fungsi irigasi seperti semula. Sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh petani. Kepada PeNa, Kepala Bidang Pengairan, PU Pesawaran,  David Oktoriandi mengatakan  bahwa maksud rehabilitasi irigasi di Way Kupang, Way Kunyaian dan Way Kedondong adalah untuk itu.”Maksud rehabilitasi irigasi ya untuk mengembalikan fungsi irigasi seperti semula, ” kata David diruang kerjanya, Selasa (16/5).
Diterangkan, bahwa bangunan irigasi yang dikerjakan olehnya sudah sesuai dengan standar teknik yang ditentukan.”Rata-rata berukuran minimal 40Cm lebar bawah dan 60Cm untuk lebar atas. Atau dengan ukuran sama tegak yakni 40Cm atas bawah, itu  yang biasa kita kerjakan dilapangan, ” terang dia.
Namun, apa yang dikatakan Kabid Pengairan tersebut tidak sama dengan kondisi dilapangan. Faktanya, selain volume yang diduga tidak sesuai, bangunannya juga nampak asal jadi. Beberapa sudah ada yang retak dan bolong serta tidak ada air yang mengalir pada irigasi tersebut. Bahkan, ukuran irigasi yang dibuat hanya berukuran sekitar 20Cm sampai 30Cm dengan bentuk yang tidak beraturan.
Mengenai fakta tersebut, David berkilah dengan mengancam tidak akan mencairkan dana retensi. Bahkan, CV. TERBIT, CV. TEGUH MANDIRI ABADI dan CV. JENGGOT JAYA PERSADA selaku pihak rekanan akan diminta untuk memperbaiki sebelum masa perawatannya habis.”Ya kalau memang keadaannya sudah rusak dan bolong serta retak, kita akan minta rekanan untuk memperbaiki. Kalau tidak dikerjakan, ya retensinya tidak dibayarkan, ” pungkasnya. PeNa-spt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.