P E S A W A R A N – (PeNa), Pada Hari Pers Nasional (HPN) 2023 mendatang, rencananya Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona bakal mendapatkan penghargaan Anugerah Kebudayaan. Anugerah tersebut bakal didapat setelah masuk 10 nominator dan menyisihkan 504 dari 514 kabupaten dan kota se-Indonesia.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung Wira Hadikusumah mengatakan bahwa untuk mendapat penghargaan ada sejumlah persyaratan dalam penilaian dewan juri yang harus dipenuhi sebelum mendapatkan anugerah kebudayaan.

“Jadi ada sepuluh nominator peraih penghargaan anugerah kebudayaan dari PWI pusat, sebelumnya Bupati Dendi Ramadhona harus mempresentasikan proposal anugerah kebudayaan di hadapan para juri yang terdiri dari ketum PWI Pusat, serta para budayawan,” kata Wira, Kamis (15/12/2022).
Menurut Wira, penghargaan itu rencananya akan diberikan pada malam puncak Hari Pers Nasional 2023 di Kota Medan, Sumatera Utara pada Februari mendatang. Penghargaan akan diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo didampingi Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari.
“Nah, nanti tanggal 21-22 Desember ini kepala daerah yang masuk nominator peraih penghargaan harus mempresentasikan program kebudayaan di hadapan juri di Kantor PWI Pusat di Jakarta. Bupati Dendi presentasi didampingi Ketua PWI Provinsi Lampung serta Ketua PWI Kabupaten Pesawaran,” ujar dia.
Selain mempresentasikan proposal penghargaan, ada syarat lain yang harus dipenuhi: tidak terlibat perkara korupsi serta memiliki program kebudayaan dalam bidang sandang pangan dan papan.
“Bupati Dendi berpotensi meraih penghargaan dari program pelestarian sulam jelujur khas Pesawaran. Selain Dendi, juga ada sepuluh kepala daerah dari provinsi lain yang turut menjadi nominator,” tuturnya.
Menanggapinya, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona melalui Kepala Dinas Kominfotik Jayadi Yasa mengatakan bahwa hal tersebut merupakan kebanggaan masyarakat Bumi Andan Jejama.
“Alkhamdulillah, masuk 10 besar pada nominasi tersebut merupakan bukti bahwa Bupati Pesawaran juga konsen terhadap kebudayaan lokal. Sebelumnya, karya tapis sulam jelujur juga mendapat apresiasi di kancah internasional. Nah, artinya karya budaya Bumi Andan Jejama memiliki nilai yang tinggi, dan kita harus bangga, ” kata dia.
Untuk diketahui, penghargaan Anugerah Kebudayaan tersebut diberikan setelah dewan juri PWI Pusat melakukan seleksi pada 514 kabupaten/kota yang terdiri dari 416 kabupaten dan 98 kota yang tersebar di seluruh 34 provinsi yang ada di Indonesia.
Sebelumnya, pada perayaan HPN tahun 2020 lalu, Lampung diwakili oleh Bupati Umar Ahmad dari Kabupaten Tulang Bawang Barat yang mendapat penghargaan Anugerah Kebudayaan dari PWI Pusat.
Oleh: sapto firmansis






