Tiga Hari Berturut-turut, Banjir Rob Kepung Pesisir Bandar Lampung

BANDARLAMPUNG – (PeNa) Ratusan rumah warga di kawasan padat penduduk Gudang Lelang, Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, terendam banjir rob sejak Rabu (6/11) malam. Air laut yang pasang hingga setinggi kurang lebih 20 centimeter itu juga merendam wilayah pesisir lain seperti Teluk Betung Selatan dan Teluk Betung Timur.

Meski tak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian besar, banjir rob kali ini meninggalkan pemandangan memprihatinkan. Setelah air surut, tumpukan sampah dan kotoran berserakan di halaman rumah warga.

Bacaan Lainnya

Menurut warga sekitar, fenomena ini bukan yang pertama kali terjadi. Bahkan, dalam tiga hari terakhir, air laut pasang cukup tinggi hingga masuk ke rumah-rumah. “Air naik dari sore sampai malam. Ini sudah tiga hari berturut-turut. Sampah banyak banget kebawa arus, rumah jadi kotor semua,” ujar Taci, salah satu warga Gudang Lelang.

Ia menambahkan, banjir rob besar seperti ini memang sudah sering terjadi, namun kali ini terasa lebih parah. “Biasanya cuma sampai jalan, tapi sekarang air masuk sampai ruang tamu. Kami cuma bisa pasrah sambil bersih-bersih setelah surut,” katanya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung mengingatkan masyarakat pesisir untuk tetap waspada terhadap potensi banjir rob dan gelombang tinggi. Kepala Pelaksana BPBD Lampung, Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa saat ini wilayah Lampung mulai memasuki musim hidrometeorologi basah yang ditandai dengan curah hujan tinggi dan perubahan kondisi cuaca ekstrem.

“Lampung akan mengalami perubahan musim menuju hidrometeorologi basah yang ditandai dengan tingginya curah hujan. Fenomena ini biasanya mengiringi jenis ancaman bencana lain seperti angin kencang, tanah longsor, dan gelombang laut tinggi,” kata Wahyu kepada wartawan, Kamis (7/11).

Ia menegaskan, meski ancaman bencana hidrometeorologi bisa terjadi di seluruh wilayah Lampung, kawasan pesisir tetap menjadi daerah yang paling rawan. “Untuk perairan yang mengalami gelombang tinggi, kita patut waspadai di sepanjang pesisir pantai, terutama pantai yang melayani penyeberangan,” ujarnya.

Kini, setelah air surut, warga terlihat bergotong-royong membersihkan rumah dari lumpur dan tumpukan sampah. Mereka berharap banjir rob segera berakhir agar aktivitas kembali normal. Namun, sebagian warga meyakini air pasang masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.