BANDARLAMPUNG – (PeNa), Setelah terjadinya banjir, beberapa penyakit umum yang dapat muncul meliputi infeksi saluran pernapasan dan penyakit kulit.
Ini disebabkan oleh kontaminasi air banjir dengan bakteri, virus, dan zat kimia yang dapat menyebabkan infeksi dan gangguan kesehatan.
Selain itu, genangan air setelah banjir menjadi tempat berkembang biak bagi nyamuk yang dapat menyebarkan penyakit seperti demam berdarah.
Mengantisipasi dampak penyakit yang menjangkit pasca banjir, tim medis dari Seksi Dokkes Polresta Bandar Lampung turun ke sejumlah lokasi yang terdampak banjir di Kota Bandar Lampung pada Minggu (25/02/2024) siang.
Dua lokasi menjadi fokus pemeriksaan, yaitu kelurahan Raja Basa dan kelurahan Kedamaian Bandar Lampung.
Pemeriksaan meliputi pengecekan tensi (tekanan darah), konsultasi kesehatan, serta pemberian obat dan vitamin.
Iptu dr. Silvia Marischa, Kasi Dokkes Polresta Bandar Lampung, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan langsung kondisi kesehatan masyarakat yang terdampak banjir.
“Kami turun langsung, door to door, melakukan pemeriksaan kesehatan serta memberikan obat dan vitamin,” ungkap Iptu Silvia.
Silvia menambahkan bahwa pemeriksaan difokuskan pada lansia dan anak-anak yang mengalami shock di dua lokasi tersebut.
“Harapannya, ini dapat membantu meringankan beban sesama dan juga menunjukkan kehadiran Polri di tengah masyarakat,” ujar dr. Silvia.
Sementara itu, masyarakat sekitar yang terdampak banjir mengungkapkan kebahagiaan dan antusiasme mereka atas pelayanan kesehatan gratis yang diberikan oleh Tim Medis Polresta Bandar Lampung.
Hesty (50), warga Rajabasa lainnya, mengungkapkan pengalaman pemeriksaan kesehatan pasca banjir.
“Terima kasih ibu polisi atas perhatian dan pemeriksaan kesehatan kami. Awalnya, saya khawatir, tapi setelah dicek oleh dokter polisi, katanya tidak apa-apa, hanya kelelahan” ujar Hesty.
Warga juga diberikan vitamin agar kondisi tubuh tetap kuat dan sehat.
“Kami sangat berterima kasih atas upaya dan perhatian Polisi. Kami juga diberi vitamin supaya kuat”. ungkap Hesty sambil tersenyum.
Banjir yang disebabkan oleh intensitas hujan tinggi melanda sekitar 7 kecamatan di Bandarlampung, 24 dan 25 Februari 2024.






