Vaksinasi Rabies Gratis di Lampung, Tekan Kasus Zoonosis

BANDARLAMPUNG – (PeNa), Memperingati Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day/WRD), Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Lampung berkolaborasi dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) cabang Lampung, Balai Veteriner Lampung (Kementan), serta Dinas Peternakan Provinsi Lampung menyelenggarakan vaksinasi rabies gratis di area Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila), Minggu pagi (06/10).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya rabies dan pentingnya vaksinasi pada Hewan Penular Rabies (HPR) seperti anjing, kucing, dan kera.

Bacaan Lainnya

PJ Gubernur Lampung, yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, menekankan pentingnya kesadaran bersama serta kolaborasi lintas sektor dalam mengendalikan rabies.

“Tema Hari Rabies Sedunia 2024 adalah ‘Mendobrak Batasan Rabies’ (Breaking Rabies Boundaries). Berdasarkan tema ini, pemberantasan rabies harus dilakukan dengan kerja sama berbagai pihak,” ujar Edwin Rusli.

Peringatan ini juga berfokus pada upaya mengatasi hambatan dalam pencegahan rabies, seperti pentingnya pendidikan, vaksinasi, dan kolaborasi untuk mempercepat pembebasan rabies di Pulau Sumatera pada 2030.

Kepala Karantina Lampung, Donni Muksidayan, menyatakan bahwa sebanyak 345 hewan kesayangan dan peliharaan termasuk anjing, kucing, dan kera akan divaksinasi dalam kegiatan ini.

“Ini bagian dari langkah preventif untuk mengendalikan penyebaran rabies di Lampung,” katanya.

Menurut data dari Dinas Kesehatan Bandar Lampung tahun 2023, terdapat 716 kasus gigitan HPR, dengan populasi anjing sebanyak 57.537 ekor, kucing 182.000 ekor, kera 2.518 ekor, dan luwak/musang 209 ekor di Provinsi Lampung.

Rabies adalah penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia melalui gigitan, cakaran, atau air liur hewan yang terinfeksi. Penyakit ini memiliki tingkat kematian hampir 100%.

Pemerintah pusat dan daerah terus mengalokasikan vaksin rabies sejak 2023. Pada tahun 2024, sebanyak 9.000 dosis vaksin 5.000 dosis dari APBN dan 4.000 dosis dari APBD kembali disediakan untuk menekan penyebaran rabies.

Selain vaksinasi, kegiatan ini juga menyediakan layanan konsultasi kesehatan hewan dan informasi peraturan terkait lalu lintas hewan peliharaan. Tim dokter hewan hadir untuk memberikan edukasi tentang perawatan dan kesehatan hewan.

World Rabies Day menjadi momen untuk meningkatkan kesadaran dan memperluas jangkauan vaksinasi sebagai upaya bersama memberantas rabies. Mari berkolaborasi, wujudkan Sumatera bebas rabies pada tahun 2030.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *