Australia Buka Peluang Ekspor Nanas Lampung

LAMPUNG TIMUR  – (PeNa), Barantin, melalui Deputi Bidang Karantina Tumbuhan, mendampingi kunjungan dari Kementerian Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia (DAFF Australia) ke Lampung untuk membuka akses pasar komoditas Nanas, Jumat, (22/3/2024)

Tim dari DAFF Australia melakukan tahapan analisis risiko terkait permintaan Indonesia untuk membuka akses pasar komoditas unggulan Lampung.

Bacaan Lainnya

“Ini adalah tahapan teknis yang harus dilalui komoditas baru yang akan masuk ke suatu negara, kami siap mengawal,” kata Plt. Direktur Manajemen Risiko Karantina Tumbuhan, Deputi Bidang Karantina Tumbuhan, Barantin, Ihsan Nugroho.

Kunjungan dilakukan dengan meninjau langsung tempat penanaman dan pengemasan buah nanas.

Data dari Badan Karantina Indonesia menunjukkan bahwa komoditas unggulan Lampung telah diekspor ke 12 negara termasuk Bahrain, Belgium, China, Hongkong, Italia, Jepang, Qatar, Arab Saudi, Singapura, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat.

“Pihak DAFF Australia membutuhkan data dan informasi, dan Barantin bersama Direktorat Jendral Hortikultura, Kementerian Pertanian, dan Badan Pangan Nasional memberikan paparan mengenai keunggulan nanas asal Indonesia, khususnya sistem produksi dan pengelolaan pasca panennya,” papar Ihsan.

Selanjutnya, DAFF melakukan kunjungan lapang ke tempat produksi dan pengemasan nanas pada salah satu perusahaan nanas di Kabupaten Lampung Timur.

“Lebih lanjut, DAFF melihat dan menggali informasi pada saat kunjungan di lokasi penyiapan bibit, pengelolaan pertanaman nanas di kebun, pemanenan, hingga penanganan pasca panen terhadap buah nanas setelah panen di rumah kemas atau packing house serta mekanisme penerbitan surat karantina atau phytosanitary certificate,” ujar Ihsan.

“Selain itu, mereka juga memastikan sistem sampling yang dilakukan sebagai mitigasi risiko organisme pengganggu tumbuhan atau OPT yang sudah dilakukan,” tambah Ihsan.

Ihsan menyampaikan Barantin akan terus mengawal upaya pembukaan akses pasar nanas ini.

“Memfasilitasi perdagangan internasional adalah salah satu bentuk dukungan Barantin dalam mendukung perekonomian Negara Indonesia,” tutup Ihsan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *