Lampung – (PeNa), Laboratorium Karantina Hewan Karantina Lampung kembali mencetak prestasi internasional setelah dua tahun berturut-turut lulus uji profisiensi global CSIRO–ACDP.
Kepala Balai Karantina Lampung, Donni Muksydayan, menyebut capaian ini sebagai bukti kemampuan Indonesia bersaing dalam diagnostik hewan.
“Prestasi ini bukan hanya kebanggaan, tetapi bukti Indonesia diakui di tingkat Asia Pasifik,” ujarnya.
CSIRO–ACDP merupakan lembaga penelitian ilmiah besar dunia. Kelulusan ini menegaskan kualitas laboratorium Karantina Lampung telah sejajar standar Asia Pasifik.
Pada 2024, laboratorium ini lulus ILC untuk deteksi Lumpy Skin Disease (LSD). Prestasi berlanjut tahun 2025 melalui uji profisiensi deteksi African Swine Fever (ASF).
Uji profisiensi ASF menggunakan metode PCR dan diikuti 27 laboratorium Asia Pasifik. Ajang ini dikenal ketat dan menjadi tolok ukur kualitas laboratorium kawasan.
Donni menjelaskan kelulusan ini menandakan data laboratorium telah akurat dan konsisten sesuai standar SNI ISO/IEC 17025.
“Setiap data kami dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Keberhasilan ini sejalan dengan arahan Kepala Barantin, Sahat M. Panggabean, mengenai revitalisasi laboratorium sebagai pilar penting layanan perkarantinaan nasional.
Laboratorium karantina ditargetkan menjadi mitra strategis dan rujukan nasional. Laboratorium juga diharapkan mampu bersaing dan memperkuat sistem perkarantinaan global.
Donni memastikan komitmen peningkatan kualitas.
“Kami berkomitmen terus meningkatkan mutu layanan laboratorium, memastikan setiap hasil uji memenuhi standar internasional,” tutupnya.






