Dugaan Perundungan Brutal di Lampung Timur, Dua Ayah dan Dua Anak Jadi Korban

Lampung Timur – (PeNa), Empat warga, terdiri atas dua ayah dan dua anak, menjadi korban dugaan perundungan dan pengeroyokan oleh sekelompok orang di sebuah gazebo di Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, pada pertengahan November 2025. Peristiwa itu memicu kecaman publik setelah rekaman video amatir yang memperlihatkan aksi kekerasan tersebut beredar luas.

Dalam video yang diterima redaksi, tampak dua pelajar dipukul dan ditendang oleh sejumlah pria dewasa hingga tersungkur di lantai gazebo. Upaya sang ayah untuk menghentikan aksi itu justru membuatnya ikut menjadi sasaran pemukulan. Salah satu pelajar terdengar memohon agar kekerasan dihentikan.

Bacaan Lainnya

“Ampun om, ampun, saya enggak mau cacat, saya minta maaf om,” ucap korban dalam rekaman tersebut.
Namun, dua pria berkaus loreng dan kuning yang diduga terlibat dalam pengeroyokan itu tetap menendang kepala dan tubuh para korban.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyatakan belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut. Meski begitu, ia menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan tidak dapat dibenarkan.

“Itu di mana ya, tempatnya di mana? Kami akan cek terkait kejadian itu dan jelas tidak dibenarkan, namanya perundungan atau penganiayaan,” ujar Ela saat dikonfirmasi, Sabtu (22/11).

Kasatreskrim Polres Lampung Timur, AKP Stefanus Boyoh, membenarkan adanya dugaan pengeroyokan yang melibatkan anak di bawah umur. Ia menyebut penyidik telah mengumpulkan keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap motif peristiwa itu.

“Iya benar, peristiwa pengeroyokan Pasal 170 KUHP di Labuhan Ratu, korbannya anak-anak,” kata Stefanus.

Ia menambahkan bahwa dua terlapor berinisial A dan R masih dalam pencarian.
“Laporannya sudah masuk. Kami masih memeriksa saksi-saksi. Terlapor A dan R saat ini masih dalam pencarian,” ungkapnya.

Polisi memastikan proses penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap pelaku lain serta memastikan perlindungan terhadap para korban.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *