Empat Siswa Digugurkan Setelah Ikuti Tes 

PESAWARAN-(PeNa), Empat pendaftar di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Pesawaran terpaksa digugurkan setelah mengikuti tes tertulis yang dilakukan pihak panitia penerimaan siswa baru disekolah tersebut,Kamis (6/7).
Salah satu panitia yang juga menjadi komite sekolah SMPN 1 Pesawaran, Erlan Sofandi mengatakan bahwa empat pendaftar yang telah mengikuti tes tertulis digugurkan setelah ada laporan masyarakat.”Empat calon siswa yang mendaftar dan telah mengikuti tes tertulis terpaksa digugurkan. Hal ini dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat yang menyatakan bahwa nilai yang ada pada empat orang ini palsu karena dirubah menjadi lebih besar oleh pihak sekolah dimana mereka berasal, ” kata Erlan.
Diterangkan, sebelumnya empat peserta ini mendaftar bersama teman lainnya yang satu sekolah. Namun mereka tidak lolos dalam verifikasi berkas karena nilainya dibawah ketentuan. “Sebelumnya, empat orang ini sudah mendaftar. Tapi tidak lolos verifikasi di pemberkasan, kemudian mereka kembali lagi dengan nilai yang telah dirubah yakni diatas 77,0. Kemudian mengikuti tes tertulis, setelah lolos dipemberkasan. ” terang dia.
Usai mengikuti tes, jelasnya, datanglah seorang yang mengaku bernama Rohim dan menyebut bahwa empat orang tersebut menggunakan nilai yang sudah dirubah oleh sekolahnya. “Begitu mengetahui hal tersebut, kami panitia langsung menyatakan gugur meskipun nantinya nilai tes ke empat anak tersebut bagus. Kami tidak mau ambil resiko, karena SMPN 1 ini sekolah percontohan yang ada di Kabupaten Pesawaran. Kami mencetak siswa-siswi yang memiliki prestasi, jadi dalam menyeleksi calon siswanya juga dilakukan dengan ketat dan disiplin, “jelas dia.
Ditegaskan Erlan, bahwa 189 pendaftar yang telah lolos pemberkasan dan mengikuti tes tertulis nantinya akan disaring lagi menjadi 150 orang. “189 pendftar, nantinya hanya 150 orang saja yang diterima. Tentunya setelah melalui seleksi lagi. Rencananya, calon siswa dan siswi yang telah lolos dan diterima si SMPN 1 Pesawaran akan ditempatkan di enam kelas dengan masing-masing maksimal 32 orang, ” tegas dia.
Terkait empat pendaftar yang diduga menggunakan nilai palsu, pihaknya sudah melaporkan ke Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran. “Kalau soal empat orang itu, sudah kami laporkan ke bid dik das. Biar mereka yang menindaklanjuti, karena itu ranah mereka. Dan perlu diketahui, jika memang nilai itu benar palsu artinya pihak sekolah SDN 1 Kebagusan telah melakukan pelanggaran, dan itu pidana, ” kata dia. PeNa-spt.

Caption photo : Ketua Komite Sekolah SMPN 1 Pesawaran sedang menunjukan berkas nilai dari empat pendaftar yang dinyatakan gugur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.