Bandar Lampung (PeNa)-Pertumbuhan ekonomi Lampung yang terus menunjukkan trend positif dan ditunjang dengan semakin membaiknya stabilitas ekonomi serta peningkatan daya saing yang signifikan menjadi magnet bagi iklim investasi Bumi Lada.
Hal itu terbukti dari data Asia Competitiveness Institute (ACI), jika daya saing Lampung dari urutan 25 (tahun 2014) menjadi urutan 14 (di awal 2017). Pada akhir tahun 2017, Lampung bahkan mampu mencapai posisi ke-11 daya saing nasional.
Jiran Singapura buktinya, sejumlah pengusaha negeri Singa Bumi Rua Jurai dinilai memiliki cukup banyak potensi khususnya ketertarikan dalam berinvestasi di bidang pariwisata.
“Provinsi Lampung ternyata mampu berkiprah di bawah tangan dingin Gubernur Non Aktif saat ini, Muhammad Ridho Ficardo. Lampung mencoba menjual potensi di Singapura dalam acara Tahun 2017 di Hotel Grand Copthorne Waterfront Hotel, Singapura, beberapa waktu lalu,” ujar Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Hamartoni Ahadis dalam keteranganya, Senin (12/3)lalu.
Sementara Gubernur (Non Aktif), M.Ridho Ficardo berpendapat sebagai daerah tujuan wisata, Provinsi Lampung memiliki nilai jual dan peluang investasi di bidang pariwisata di prediksi paling berpotensi, wajar jika pengusaha Singapura memiliki ketertarikan.
“Hal ini sebuah fakta, Lampung merupakan daerah yang ‘marketable’ bagi masyarakat Singapura untuk berwisata dan berinvestasi,” kata dia.
Untuk itulah, Pemprov Lampung terus membangun komunikasi dengan Singapura, mengingat negera tersebut merupakan barometer pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara.(*)






