PESAWARAN-(PeNa), Kepala Desa Pejambon Kecamatan Negeri Katon, Edi Wartoyo diduga menyamarkan pelaksanaan penyerapan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) didesanya.Hal tersebut dapat dilihat dilapangan, kegiatan dari dana ADD dan DD tidak dapat diketahui oleh warganya. “Kita tahu ada pekerjaan, seperti siring dan talut. Tapi, kami tidak mengetahui itu dana dari mana. Apakah DD atau ADD, kita juga tidak tahu. Selain pak kades tidak memasang papan nama kegiatan, tidak mungkin kami akan menanyakan berapa dananya atau ini dana apa? ” kata warga yang minta namanya jangan ditulis,Minggu (16/7).
Ditemui dilapangan, Samijo yang mengaku sebagai pengawas proyek tersebut juga mengaku tidak mengetahui sumber dana kegiatan yang diawasinya. “Saya yang ditunjuk pak kades untuk mengawasi pekerjaan ini. Tapi, saya tidak mengetahui sumber dana yang digunakan. Apalagi jumlah dana yang untuk membiayai pekerjaan ini, saya tidak tahu, ” kata Samijo yang juga mantan kepala dusun.
Diterangkan, bahwa didesanya ada beberapa kegiatan proyek pekerjaan talut dan pembangunan gedung.”Bukan saya menutupi, memang ada pekerjaan didesa. Tapi pastinya, saya tidak paham. Coba tanya ke pak kades saja,kalau setahu saya bangunan itu untuk kantor desa, ” terang dia.
Pantauan PeNa dilapangan, pada pelaksanaan pekerjaan atau kegiatan proyek yang diduga menggunakan DD dan ADD, papan nama kegiatan tidak terpasang dan cenderung tertutup. Kepala Desa Pejambon, Edi Wartoyo mengaku sedang ada diluar.”Ya, saya masih ada keperluan diluar. Kalau terkait DD saya gunakan untuk membangun gedung posyandu dan siring. Ada juga untuk gorong-gorong dan lain sebagainya.” kilah dia.
Terkait tidak terpasangnya papan nama kegiatan pada pekerjaan yang sedang dilakukan, Edi tidak bisa menjawab dan diam. Sosialisasi jumlah ADD dan DD pada desa tersebut nampak tidak dilakukan dengan baik, pasalnya banyak warga yang tidak mengetahui dana tersebut. PeNa-spt.






